Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Libur Lebaran, Penyaluran BBM dan LPG Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas hingga Cuaca Buruk

Ardi Teristi Hardi
13/3/2026 20:38
Libur Lebaran, Penyaluran BBM dan LPG Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas hingga Cuaca Buruk
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERTAMINA memastikan distribusi BBM berjalan aman dan lancar, dari jalur mudik, kawasan objek wisata, hingga daerah terluar.

"Kami telah menyiapkan strategi matang dan layanan ekstra untuk memastikan pasokan energi tetap aman dan lancar," terang Fanda Chrismianto, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Kamis (12/3).

Kapasitas tangki penyimpanan telah dioptimalkan untuk memastikan agar pengiriman bisa rutin dilakukan. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM dan LPG selama masa libur lebaran.

Ia menjelaskan, sebanyak 309 SPBU yang berada di jalur potensial beroperasi 24 jam. Sebanyak 59 unit mobile storage yang disiagakan sebagai SPBU kantong/ cadangan suplai BBM.

Sebanyak 22 titik Pertamina Delivery Service atau motoris di lokasi jalur padat maupun wisata. Sebanyak 21 unit modular di 13 titik dan 11 unit Kios K disiagakan di jalur padat dan wisata yang tidak ada SPBU.

"Kami juga mengoperasikan 1.033 Agen Siaga," terang dia. Agen LPG ini disiagakan 24 jam di wilayah dengan permintaan (demand) tinggi selama masa libur lebaran.

Region Manager Supply & Distribution Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Priyo Djatmiko menambahkan, pihaknya membuat strategi pengiriman mobil tangki di prioritaskan di dini hari.. Strategi tersebut ditujukan untuk SPBU-SPBU yang berada di jalur padat menuju objek wisata.

"Jadi sebagai contoh untuk field terminal Rewulu yang biasanya buka di pukul 4, sekarang buka di pukul 2 sehingga nanti bisa diantar lebih dini ke daerah-daerah tersebut,* ungkap dia.

Kemudian jalur lalu yang mengalami bencana alam seperti banjir pihaknya sudah mempersiapkan jalur alternatifnya sehingga tidak terlalu berdampak dalam pengiriman BBM maupun LPG.

Untuk distribusi ke daerah terluar, misalnya Karimunjawa pihaknya menggunakan multimoda. "Jadi mobil tangki dari terminal kami mengambil BBM kemudian dimuat ke kapal kecil yang namanya SPUB. Kemudian dari kapal SPUB ini berangkat dari Semarang ke Karimunjawa," ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, setelah sampai Karimunjawa, dari kapal SPUB dimuat ke mobil tangki lalu dikirim menuju ke SPBU.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pihaknya menyusun recana-recana pengiriman dengan sangat ketat, termasuk dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca dari BMKG agar tidak terjadi hambatan. Demi kelancaan distribusi, pihaknya telah mempersiapkan skenario berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut jika terjadi cuaca buruk di laut, misalnya dengan menggunakan kapal perang untuk membantu pengiriman BBM. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya