Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Integrasi subholding hilir PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) dalam bentuk Sub Holding Downstream (SHD) dinilai mampu meningkatkan optimalisasi operasional hilir migas.
"Integrasi tersebut diharapkan juga bisa mendukung Pertamina dalam menjamin pasokan BBM, yang akhirnya turut berperan dalam memperkuat ketahanan energi," kata Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, pembentukan SHD seharusnya memang bisa membuat operasional hilir lebih optimal. Sebab, kata dia, dengan menjadikan PPN, KPI, dan PIS dalam satu atap, akan membuat proses operasional menjadi lebih sederhana.
“Diharapkan memang optimalisasi operasional, karena integrasi membuat saling mendukung. Jadi, kalau satu rumah ibaratnya saat ada pekerjaan, bisa dikerjakan bareng. Jadi, lebih sederhana prosesnya,” ucap dia.
Komaidi menambahkan dengan proses lebih sederhana, maka segala urusan berkaitan pengadaan atau distribusi BBM dan elpiji bisa dipenuhi lebih cepat. Dengan demikian, bisa mendukung Pertamina dalam menjamin distribusi BBM dan elpiji kepada masyarakat.
Ia mencontohkan ketika PPN berkomunikasi dengan KPI terkait kualitas BBM atau dengan PIS terkait pengangkutan minyak. Dalam kondisi itu, proses bisa dilakukan lebih cepat, tanpa harus melalui prosedur antar lembaga, misal surat atau bahkan kontrak.
”Misalkan PPN membutuhkan minyak dari Arab dan harus segera sampai dalam hitungan waktu tertentu. Maka, PPN tinggal memerintahkan atau berkomunikasi saja dengan kapal (PIS), karena satu atap. Jadi lebih sederhana,” jelasnya.
Begitu juga, saat stok BBM akan terjadi indikasi kelangkaan di satu daerah. Sebagai antisipasi, SHD tinggal memetakan, misal BBM akan disuplai dari kilang mana. Begitu pula untuk pengangkutan lewat kapal, bisa dilakukan lebih cepat.
”Jadi tidak perlu Patra mengontak KPI lebih dulu, lalu KPI beli dulu minyaknya. Dengan terintegrasi, mungkin teknisnya sama, tapi secara administrasi jauh lebih sederhana,” jelas Komaidi.
”Jadi lebih cepat. Kalau dulu, ibaratnya, oke, isi form dulu dan lain sebagainya. Nah sekarang karena satu atap, gak perlu isi form,” ucapnya.
Karena itu pula, Komaidi optimistis, integrasi PPN, PIS, dan KPI mendukung Pertamina semakin andal, lincah, dan optimal, termasuk dalam menghadapi Satgas Ramadhan dan Idulfitri 2026. ”Dengan integrasi, harusnya lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi tahun-tahun sebelumnya Satgas Rafi Pertamina bisa dikatakan selalu berhasil dan konsumen selalu memberikan apresiasi atas layanan, produk, dan aspek-aspek lainnya,” kata dia.
Sekadar diketahui, Pertamina resmi membentuk SHD per 1 Februari 2026. Aksi korporasi penggabungan itu dilakukan melalui proses evaluasi mendalam termasuk melalui tahapan benchmarking atas perusahaan minyak dan gas bumi sejenis lainnya.
Pemebentukan SHD bertujuan meningkatkan optimalisasi operasional hilir, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, dan meningkatkan daya saing perusahaan.(H-2)
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menggelar Sosialisasi Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 wilayah Bandung dan Priangan Timur secara online Selasa (10/3).
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris yang bertugas membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.
PT Pertamina Lubricants (PTPL) menghadirkan berbagai program Ramadan & Idulfitri (RAFI) 2026 dengan tema “Energi Berbagi, Menjaga Setiap Perjalanan.”
Pertamina merupakan korporasi besar yang memiliki sistem dalam mengambil keputusan bisnis, termasuk ketika menjalin kerja sama dengan pihak lain.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa kondisi stok energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, tetap berada pada tingkat yang mencukupi.
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah beranjak dari kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved