Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Integrasi SHD Dinilai Bisa Tingkatkan Optimalisasi Operasional Hilir

Indrastuti
07/2/2026 14:52
Integrasi SHD Dinilai Bisa Tingkatkan Optimalisasi Operasional Hilir
Ilustrasi(ANTARA)

Integrasi subholding hilir PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) dalam bentuk Sub Holding Downstream (SHD) dinilai mampu meningkatkan optimalisasi operasional hilir migas.

"Integrasi tersebut diharapkan juga bisa mendukung Pertamina dalam menjamin pasokan BBM, yang akhirnya turut berperan dalam memperkuat ketahanan energi," kata Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, pembentukan SHD seharusnya memang bisa membuat operasional hilir lebih optimal. Sebab, kata dia, dengan menjadikan PPN, KPI, dan PIS dalam satu atap, akan membuat proses operasional menjadi lebih sederhana.

“Diharapkan memang optimalisasi operasional, karena integrasi membuat saling mendukung. Jadi, kalau satu rumah ibaratnya saat ada pekerjaan, bisa dikerjakan bareng. Jadi, lebih sederhana prosesnya,” ucap dia.

Komaidi menambahkan dengan proses lebih sederhana, maka segala urusan berkaitan pengadaan atau distribusi BBM dan elpiji bisa dipenuhi lebih cepat. Dengan demikian, bisa mendukung Pertamina dalam menjamin distribusi BBM dan elpiji kepada masyarakat.

Ia mencontohkan ketika PPN berkomunikasi dengan KPI terkait kualitas BBM atau dengan PIS terkait pengangkutan minyak. Dalam kondisi itu, proses bisa dilakukan lebih cepat, tanpa harus melalui prosedur antar lembaga, misal surat atau bahkan kontrak.

”Misalkan PPN membutuhkan minyak dari Arab dan harus segera sampai dalam hitungan waktu tertentu. Maka, PPN tinggal memerintahkan atau berkomunikasi saja dengan kapal (PIS), karena satu atap. Jadi lebih sederhana,” jelasnya.

Begitu juga, saat stok BBM akan terjadi indikasi kelangkaan di satu daerah. Sebagai antisipasi, SHD tinggal memetakan, misal BBM akan disuplai dari kilang mana. Begitu pula untuk pengangkutan lewat kapal, bisa dilakukan lebih cepat.

”Jadi tidak perlu Patra mengontak KPI lebih dulu, lalu KPI beli dulu minyaknya. Dengan terintegrasi, mungkin teknisnya sama, tapi secara administrasi jauh lebih sederhana,” jelas Komaidi. 

”Jadi lebih cepat. Kalau dulu, ibaratnya, oke, isi form dulu dan lain sebagainya. Nah sekarang karena satu atap, gak perlu isi form,” ucapnya.

Karena itu pula, Komaidi optimistis, integrasi PPN, PIS, dan KPI mendukung Pertamina semakin andal, lincah, dan optimal, termasuk dalam menghadapi Satgas Ramadhan dan Idulfitri 2026. ”Dengan integrasi, harusnya lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi tahun-tahun sebelumnya Satgas Rafi Pertamina bisa dikatakan selalu berhasil dan konsumen selalu memberikan apresiasi  atas layanan, produk, dan aspek-aspek lainnya,” kata dia.  

Sekadar diketahui, Pertamina resmi membentuk SHD per 1 Februari 2026. Aksi korporasi penggabungan itu dilakukan melalui proses evaluasi mendalam termasuk melalui tahapan benchmarking atas perusahaan minyak dan gas bumi sejenis lainnya.

Pemebentukan SHD bertujuan meningkatkan optimalisasi operasional hilir, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, dan meningkatkan daya saing perusahaan.(H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya