Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
JIKA para petani di daerah lain dengan mudah memobilisasi hasil komoditi
pertaniannya menuju pasar, karena dukungan infrastruktur jalan memadai, tidak
demikian halnya para petani di Desa Ataili, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Untuk dapat mengakses pasar, komoditi para petani setempat seperti, kemiri, kelapa, Kakao, ubi, sayur sayuran dan hasil Kebun dan hutan lainnya, harus dipikul dengan berjalan kaki puluhan kilometer sambil meniti jalan setapak di bibir tebing curam.
Apolonaris Ilin, warga desa Ataili, Senin (18/10) menjelaskan, ada dua ruas jalan setapak di daerah curam, sebagai nadi perekonomian warga desa setempat.
"Setiap hari warga kami yang rata-rata bermata pencaharian Petani, pergi dan pulang kebun, jalan kaki lewat di 'Idan' dan 'gripet ataili'. Kalau pergi mudah tetapi pulang pasti ada bahan jualan, seperti sayur, kemiri, kelapa, ubi, pisang, kakao, mente, dan hasil kayu. Jadinya sangat sulit. Kalau masih muda tidak masalah tetapi kalau semakin tua, kami sulit sekali bawa barang dan lewat jalan itu," ungkap Apolonaris Ilin.
Sebagaimana disaksikan Media Indonesia, Gripet Ataili merupakan jalan setapak yang di buat disepanjang tebing. Ruas jalan berbahaya ini letaknya di bagian Timur Desa Ataili.
Bagi warga desa setempat, meniti jalan setapak Gripet, di atas tebing dengan ketinggian lebih dari 20 meter, sudah menjadi hal lumrah. Meski begitu, sudah banyak warga setempat kerap tergelincir di jalur itu.
Dibutuhkan ekstra kehati-hatian bagi orang yang baru meniti ruas jalan
setapak ini, agar tidak tergelincir ke jurang yang menganga.
Yeremias Ali Atun, warga desa setempat, menjelaskan dulunya, Gripe Ataili menjadi ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Ataili dengan ibu kota Kecamatan Atadei maupun kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Tidak ada pilihan lain selain berjalan kaki, melewati ruas jalan itu.
"Ini jalan utama sebelum akses jalan raya dibuka melalui jalur pantai pada tahun 2000 an. Tetapi saat ini Gripet Ataili ini menjadi urat nadi ekonomi karena jalan ini menghubungkan kampung dengan kebun warga yang rata-rata bermata pencaharian petani. Hanya jalur ini, tempat petani membawa pulang hasil kebun dan hutan untuk dijual ke pasar," ujar Yeremias.
Ia menandaskan, masih ada ruas jalan ekstrim yang juga menjadi urat nadi
perekonomian warga desa yakni Idan.
"Idan ini juga jalan setapak yang menyusur tebing setinggi lebih dari 50 meter. Tebing terjal itu harus di lalui melalui tangga kayu yang dipasang warga untuk dapat memanjati bibir tebing yang sangat curam," ujar Yeremias Ali.
Menurutnya, tidak ada pilihan lain bagi petani setempat untuk beraktivitas kemudian membawa hasil di kebun, tanpa melewati ruas jalan itu setiap hari.
Yeremias pun berharap, adanya intervensi anggaran dari Pemerintah agar
lokasi memanjat tebing di 'Idan' ini dapat dipasangi tangga permanen atau tebing tersebut di rubuhkan agar dapat di akses kendaraan. (OL-13)
Baca Juga: Kader dan Pengurus Partai Ummat di Batam Mengundurkan Diri Massal
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Seiring berjalannya penanganan, akses di ruas Tarutung–Sibolga kini mulai pulih dan kembali dapat dimanfaatkan. Pemulihan usai banjir ini memberikan dampak bagi aktivitas harian.
Terbukti, dengan diperbaikinya salah satu akses di lingkungan KITB tersebut. Sehingga, mempermudah mobilitas untuk menuju KITB dari Banyuputih menuju Kedawung di KEK Industropolis Batang.
BNPB memastikan seluruh akses jalan dan jembatan nasional di Aceh telah pulih secara fungsional, sesuai target yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Warga melewati jalan yang tertimbun longsor di Kampuang Pitameh, Padang, Sumatra Barat.
ruas jalan dan jembatan terdampak banjir serta tanah longsor di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) masih menjadi kendala utama dalam penanganan darurat dan distribusi bantuan
UPAYA pembukaan jalur utama yang menghubungkan Kota Medan di Sumatra Utara menuju Aceh Tamiang, Aceh, usai terkena bencana banjir mulai menunjukkan perkembangan positif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved