Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Ruas Tarutung-Sibolga yang Rusak akibat Bencana Banjir dan Longsor sudah Kembali Pulih 

Naufal Zuhdi
12/1/2026 14:56
Ruas Tarutung-Sibolga yang Rusak akibat Bencana Banjir dan Longsor sudah Kembali Pulih 
Warga melintas di ruas jalan Ruas Tarutung-Sibolga Sumatra Utara.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (Kementerian PU) bersama PT Hutama Karya (Persero) terus bergerak membuka kembali akses jalan yang rusak akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara. Upaya penanganan telah dimulai sejak awal Desember 2025 dan hingga kini masih terus berlangsung.

“Dalam kondisi darurat, Kementerian PU bersama Hutama Karya bergerak cepat memobilisasi personel dan peralatan ke lokasi terdampak agar akses jalan dapat segera dibuka kembali. Langkah ini penting untuk memulihkan mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi logistik secara bertahap,” ujar Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (12/1).

Di wilayah Sumatra Utara, Hutama Karya mendapat penugasan khusus dari Kementerian PU untuk menangani satu paket tanggap darurat sektor Bina Marga pada ruas Tarutung-Sibolga. Ruas strategis ini melintasi kawasan Adiankoting, Meranti, Simpang 3 Rampa, Mardame, Pagaran Lambung II, Dolok Nauli hingga Kecamatan Sitahuis, dengan total panjang mencapai 69 kilometer.

Jalur tersebut memiliki peran vital dalam menghubungkan Tapanuli Utara, sebagian wilayah Tapanuli Tengah, serta Kota Sibolga dan sekitarnya. Gangguan pada ruas ini berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, sehingga pemulihan akses dilakukan dengan prioritas tinggi.

Seiring berjalannya penanganan, akses di ruas Tarutung–Sibolga kini mulai pulih dan kembali dapat dimanfaatkan masyarakat. Pemulihan ini memberikan dampak langsung bagi aktivitas harian, pergerakan ekonomi, serta distribusi kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana.

Hingga 4 Januari 2026, Hutama Karya telah menurunkan 72 personel yang terdiri dari tim pelaksana, petugas HSE, operator alat berat, dan tenaga pendukung lainnya. Proses penanganan didukung berbagai peralatan berat seperti excavator PC300 dan PC200, wheel loader, dump truck, bulldozer, vibro roller, alat bor log, steel sheet pile, hingga trado trailer. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar demi menjaga keselamatan warga dan pengguna jalan.

Tantangan Lapangan dan Langkah Teknis

Selama proses pemulihan, tim di lapangan menghadapi tantangan berupa cuaca yang berubah-ubah serta medan yang cukup berat. Untuk itu, metode kerja dan penempatan alat berat dilakukan secara bertahap, disertai pengamanan area kerja dan pengaturan lalu lintas sementara agar proses pembukaan akses tetap aman dan terkendali.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembersihan badan jalan dari material longsoran, pelebaran jalan, pembukaan kembali akses yang tertimbun, pekerjaan galian dan perbaikan saluran air di sekitar jembatan, pemasangan safety line, serta pembuatan matras di sejumlah titik rawan longsor. Selain itu, Hutama Karya juga melakukan pengambilan data LiDAR dan investigasi tanah di 103 titik untuk mendukung pemetaan kondisi lapangan dan penanganan lanjutan.

Hutama Karya menegaskan bahwa penanganan tanggap darurat ini merupakan tahap awal sebelum dilakukan perbaikan permanen. Koordinasi dengan pemerintah akan terus dilanjutkan guna memastikan infrastruktur jalan di Sumatra Utara semakin kuat, aman, dan andal dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya