Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Percepatan Perbaikan Akses Jadi Prioritas Penanganan di Sumbar

Ficky Ramadhan
04/12/2025 12:24
Percepatan Perbaikan Akses Jadi Prioritas Penanganan di Sumbar
Petugas gabungan dan relawan dengan bantuan alat berat membersihkan lokasi dari material longsor di Jembatan Kembar Silaiang, Padang Panjang, Sumbar,(ANTARA FOTO/Muhammad Ali)

SEJUMLAH ruas jalan dan jembatan terdampak banjir serta tanah longsor di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) masih menjadi kendala utama dalam penanganan darurat dan distribusi bantuan kepada warga terdampak. BNPB bersama pemerintah daerah terus mengoptimalkan percepatan perbaikan akses, termasuk pengerahan alat berat di berbagai titik.

Kapusdatin BNPB Abdul Muhari menegaskan bahwa percepatan penanganan akses menjadi prioritas agar penyaluran bantuan tidak terhambat.

"Dengan perbaikan jalan nasional maupun provinsi, distribusi bantuan pangan dan non-pangan diharapkan dapat berjalan lebih efektif," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (4/12).

BNPB mencatat kerusakan terjadi pada 321 titik jalan kabupaten/kota, 172 titik jalan provinsi, dan 62 titik pada ruas nasional. Untuk penanganan jalan nasional, sebanyak 25 unit alat berat diterjunkan dan kini bekerja pada sejumlah titik di Kabupaten Solok, Agam, dan Tanah Datar.

Perbaikan akses tidak hanya pada badan jalan. Pembangunan jembatan darurat jenis bailey sebanyak 22 unit juga dibutuhkan di delapan daerah, antara lain Kabupaten Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Pariaman, Padang Pariaman, Solok, Kota Padang, dan Tanah Datar.

"Selain mengintensifkan perbaikan darat, BNPB bersama Pemda juga masih memetakan titik-titik terisolir seperti di Kota Padang, Padang Pariaman, dan Agam," ujarnya.

Sementara itu, karena belum semua wilayah dapat ditembus kendaraan, distribusi logistik melalui udara masih dilakukan BNPB bersama Basarnas dan TNI. Pada Rabu (3/12), 6,5 ton bantuan pangan dan non-pangan kembali didistribusikan ke wilayah Padang Pariaman, Agam, Solok, Kota Pariaman, dan Pesisir Selatan.

Adapun, rinciannya meliputi Kabupaten Agam 4,1 ton, Padang Pariaman 843 kg, Solok 808 kg, Kota Pariaman 430 kg, Pesisir Selatan 250 kg. Bantuan yang dikirim berupa sembako, biskuit, air mineral, makanan bayi, makanan dan susu kemasan, obat-obatan, pembalut, paket sandang, serta kasur lipat.

"Selama akses darat belum pulih sepenuhnya, pengiriman logistik via udara akan terus kami lakukan agar kebutuhan warga terpenuhi," pungkasnya. (Fik/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik