Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BNPB: Korban Tewas Bertambah Jadi 755 Jiwa, Ratusan Warga Masih Hilang

 Gana Buana
03/12/2025 14:56
BNPB: Korban Tewas Bertambah Jadi 755 Jiwa, Ratusan Warga Masih Hilang
Prajurit TNI dan anggota kepolisian mengevakuasi korban sakit dari desa terisolir akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat,(Antara)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga Selasa malam, total korban meninggal mencapai 755 jiwa dan 647 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan data terbaru pada dashboard penanganan bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa angka tersebut terus bergerak seiring proses pencarian dan verifikasi di lapangan.

“Korban meninggal dan hilang di tiga provinsi tersebut mengalami peningkatan seiring masuknya laporan terbaru dari daerah-daerah yang aksesnya sulit dijangkau,” ujar Abdul Muhari dilansir dari Antara, Rabu (3/12).

Selain korban meninggal dan hilang, BNPB juga mencatat lebih dari 2.600 warga mengalami luka-luka.

Rincian Korban di Tiga Provinsi

1. Sumatra Utara

  • Meninggal: 294 jiwa
  • Hilang: 155 jiwa

Daerah terdampak berat: Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Tapanuli Utara

2. Aceh

  • Meninggal: 218 jiwa
  • Hilang: 227 jiwa

3. Sumatra Barat

  • Meninggal: 196 jiwa
  • Hilang: 117 jiwa

Distribusi Bantuan Logistik Dikebut

BNPB menegaskan bahwa pengiriman logistik terus dipacu melalui tiga jalur transportasi: darat, udara, dan laut.

Jalur Darat

  • Enam truk berkapasitas 15 ton telah diberangkatkan menuju Sumatera Utara.

Jalur Laut

  • Kapal pengangkut 100 ton beras dikirim dari Jakarta dan dijadwalkan tiba di Kota Sibolga sebelum didistribusikan lebih lanjut ke kabupaten/kota terdampak.

Jalur Udara

  • 7 helikopter disiagakan di Bandara Silangit, Tapanuli Utara.
  • Akan ditambah 3 helikopter TNI dan 4 helikopter BNPB.
  • Kapasitas angkut 800 kg-1,5 ton per sortie, ditujukan untuk wilayah yang masih terisolasi.

Abdul Muhari menegaskan bahwa untuk mempercepat distribusi ke wilayah yang tidak dapat diakses oleh jalan darat, BNPB bersama TNI, Polri, dan Basarnas berupaya menambah frekuensi penerbangan.

“Target kami hingga 30 unit pesawat dan helikopter dikerahkan demi memastikan bantuan cepat tiba di masyarakat,” tegasnya. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik