Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

14 Jembatan di Aceh Rusak Akibat Banjir dan Longsor, Kementerian PU Lakukan Perbaikan Cepat

Naufal Zuhdi
02/12/2025 16:13
14 Jembatan di Aceh Rusak Akibat Banjir dan Longsor, Kementerian PU Lakukan Perbaikan Cepat
14 Jembatan di Aceh Rusak Akibat Banjir dan Longsor.(Dok. Kementerian PU)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) telah menurunkan total 310 personel untuk membantu penanganan bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Adapun personel-personel tersebut terdiri dari Tim Tanggap Darurat unsur Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya ini telah melakukan respons cepat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung penanganan darurat yang dikomandoi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Berdasarkan hasil inspeksi lapangan terkait dampak bencana banjir dan tanah longsor, hingga 1 Desember 2025 tercatat sebanyak 14 jembatan roboh atau terputus akibat tingginya debit air dan kerusakan oprit pada sejumlah titik di Provinsi Aceh.

Kerusakan ini menyebabkan gangguan serius pada akses masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan darurat di berbagai wilayah Aceh. Hasil inspeksi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mencatat bahwa jembatan  mengalami kerusakan rata - rata berupa runtuh, oprit tergerus, atau struktur terseret arus. 

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah.

“Kami memastikan dukungan peralatan dari balai-balai teknis bisa digerakkan kapanpun diperlukan, termasuk untuk membuka akses dan membantu proses evakuasi,” kata Dody dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (2/12).

Adapun jembatan yang mengalami kerusakan antara lain Jembatan Weihni Rongka, Oprit Jembatan Krueng Beutong, Jembatan Krueng Meureudu, Jembatan Teupin Mane, Jembatan Kuta Blang, Jembatan Jamur Ujung, Jembatan Lawe Penanggalan, Jembatan Timang Gajah, Jembatan Jerata, Jembatan Pelang, Jembatan Titi Merah, dan 3 lokasi lain dalam verifikasi detail tim lapangan. 

Kementerian PU, sambung Dody, terus bergerak cepat untuk memastikan infrastruktur terdampak dapat segera difungsikan kembali.

“Konektivitas adalah urat nadi masyarakat. Begitu jembatan terputus, mobilitas bantuan, layanan publik, dan aktivitas ekonomi ikut terhambat. Karena itu Kementerian PU mengerahkan seluruh sumber daya teknis untuk mempercepat penanganan di Aceh,” tegas Dody.

Salah satu jembatan strategis yang terdampak adalah Jembatan Krueng Tingkeum di Lintas Timur Aceh, yang merupakan bagian dari jaringan jalan nasional dan sangat vital bagi akses antarwilayah. Sementara beberapa ruas jalan terputus yakni, Jalan Batas Sumut–Aceh, Banda Aceh–Lhokseumawe-Langsa-Aceh Tamiang, Gayo Lues, Bireuen–Takengon, Subulussalam–Tapaktuan. 

Sebagai tindak lanjut, Kementerian PU telah mengambil sejumlah langkah darurat, antara lain pemasangan Jembatan Bailey di beberapa lokasi prioritas untuk memulihkan akses sementara, pemadatan dan penguatan oprit jembatan, pemasangan bronjong, serta pekerjaan perlindungan tebing. (Biro Komunikasi Publik Kementerian PU/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik