Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

BMKG Catat 1.556 Gempa Bumi Guncang Aceh Sepanjang 2025

 Gana Buana
01/1/2026 15:58
BMKG Catat 1.556 Gempa Bumi Guncang Aceh Sepanjang 2025
Kondisi pascabencana di Aceh.(Antara)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat Provinsi Aceh mengalami 1.556 kejadian gempa bumi sepanjang tahun 2025.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin mengatakan, dari total kejadian tersebut terdapat 75 gempa yang dirasakan masyarakat. Magnitudo terbesar mencapai 6,3, sementara kedalaman terdalam tercatat hingga 222 kilometer.

“Sepanjang tahun 2025, bumi Aceh terus bergerak dengan total 1.556 kejadian gempa bumi,” kata Andi Azhar Rusdin di Banda Aceh, Kamis (1/1).

Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi dangkal dengan kedalaman di bawah 60 kilometer mendominasi dengan 1.466 kejadian. Sementara itu, gempa berkedalaman menengah di atas 60 kilometer hingga di bawah 300 kilometer tercatat 90 kejadian. Tidak terdapat gempa bumi dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer selama 2025.

BMKG mencatat jumlah kejadian gempa bumi di Aceh pada 2025 mengalami kenaikan sekitar 39% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, terdapat lima kejadian gempa signifikan sepanjang 2025. Dua di antaranya bermagnitudo 6,3, masing-masing terjadi di Sinabang, Kabupaten Simeulue, pada 27 November dengan kedalaman 10 kilometer, serta di Sabang pada 29 Juli dengan kedalaman 15 kilometer.

Tiga gempa lainnya bermagnitudo 5,9 terjadi di Aceh Selatan pada 31 Januari dengan kedalaman 59 kilometer, di Sinabang pada 8 April dengan kedalaman 30 kilometer, serta di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, pada 11 Mei dengan kedalaman 83 kilometer.

Berdasarkan catatan bulanan, September menjadi bulan dengan jumlah gempa terbanyak, yakni 239 kejadian, enam di antaranya dirasakan masyarakat. Disusul Oktober dengan 218 kejadian (enam dirasakan), November 146 kejadian (enam dirasakan), dan Desember 104 kejadian, namun dengan 17 gempa dirasakan.

Andi menegaskan Aceh merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi sehingga diperlukan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menyiapkan tas siaga bencana, mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul, serta memantau informasi resmi dari BMKG.

“Pemahaman terhadap karakteristik gempa di Aceh diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan,” kata Andi. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya