Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Aceh Diguncang 11 Kali Gempa Kemarin, Aktivitas Sesar Jadi Pemicu

Andhika Prasetyo
01/1/2026 08:22
Aceh Diguncang 11 Kali Gempa Kemarin, Aktivitas Sesar Jadi Pemicu
Ilustrasi(Antara)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat Aceh mengalami sedikitnya 11 kali gempa bumi, pada Rabu (31/12). Rangkaian gempa tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan memiliki magnitudo bervariasi, mulai skala kecil hingga menengah.

“Per tanggal 31 Desember 2025 pukul 00.00 WIB sampai dengan sekarang sudah 11 kali terjadi gempa untuk seluruh wilayah Aceh,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, saat dihubungi dari Banda Aceh.

Rangkaian gempa pertama tercatat terjadi pada pukul 00.13 WIB dengan magnitudo 2,2 di Kabupaten Pidie Jaya pada kedalaman 5 kilometer. Tak lama berselang, pukul 00.33 WIB terjadi gempa bermagnitudo 1,8 dengan kedalaman 2 kilometer, disusul gempa magnitudo 2,3 pada pukul 01.02 WIB di Kabupaten Gayo Lues dengan kedalaman 5 kilometer. Pada pukul 01.10 WIB, gempa magnitudo 1,6 mengguncang Kabupaten Bener Meriah pada kedalaman 6 kilometer, kemudian pukul 01.16 WIB gempa magnitudo 2,8 kembali terasa di Gayo Lues.

Aktivitas kegempaan berlanjut pada pagi hari. Pukul 06.58 WIB, gempa magnitudo 2,7 terjadi di Bener Meriah, lalu pukul 07.07 WIB gempa magnitudo 1,2 mengguncang Subulussalam. Lima menit kemudian, pada pukul 07.12 WIB, BMKG mencatat gempa magnitudo 1,7 kembali terjadi di wilayah Gayo Lues. Gempa kesembilan terjadi pukul 09.13 WIB dengan magnitudo 4,4 di Aceh Jaya pada kedalaman 10 kilometer, disusul gempa magnitudo 2,0 di Bener Meriah pukul 10.00 WIB, serta gempa magnitudo 2,8 di Aceh Jaya pada pukul 11.10 WIB pada kedalaman 29 kilometer.

Andi menjelaskan, gempa-gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar, baik yang berada di laut maupun darat Aceh. Karena itu, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas tektonik di wilayah Aceh. Ia juga menyinggung informasi Badan Geologi Kementerian ESDM bahwa peningkatan aktivitas tektonik turut berdampak pada aktivitas vulkanik Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah.

Sejak Selasa (30/12) malam hingga Rabu dini hari, tercatat beberapa kali gempa vulkanik terjadi di sekitar 5 kilometer sebelah barat daya puncak gunung. Kondisi ini membuat status Bur Ni Telong dinaikkan dari Waspada menjadi Siaga (Level III), dan sebagian warga di sekitar kawasan mulai diungsikan.

Dalam imbauannya, BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya. “Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal resmi seperti Instagram/Twitter @infoBMKG, website bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi wrs-bmkg atau infobmkg,” tegas Andi.

BMKG menegaskan, pemantauan terhadap rangkaian gempa Aceh hari ini akan terus dilakukan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan aparat setempat, dan terus memperbarui informasi dari lembaga resmi. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya