Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
HILANGNYA danau-danau besar di Tibet bagian selatan, Tiongkok diduga menjadi salah satu pemicu gempa bumi di wilayah tersebut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berkurangnya beban air dalam jumlah besar dapat membuat kerak Bumi terangkat dan mengaktifkan kembali patahan lama yang sebelumnya tidak aktif.
Studi yang dipublikasikan pada 17 Januari di jurnal Geophysical Research Letters serta dilansir dari Live Science itu menambah bukti bahwa perubahan di permukaan Bumi, termasuk perubahan iklim dapat memengaruhi aktivitas geologi jauh di bawah tanah.
Sekitar 115.000 tahun lalu, Tibet selatan memiliki danau-danau raksasa, beberapa di antaranya membentang lebih dari 200 kilometer. Kini, ukurannya jauh lebih kecil. Salah satu contohnya adalah Nam Co Lake (Namtso), yang saat ini panjangnya sekitar 75 kilometer.
Tim peneliti yang dipimpin Chunrui Li dari Akademi Ilmu Geologi Tiongkok menduga bahwa penyusutan air danau dalam skala besar berdampak langsung pada kondisi geologi setempat.
Danau-danau besar memberikan tekanan berat pada kerak Bumi. Ketika airnya berkurang, beban itu ikut hilang sehingga kerak perlahan terangkat. Fenomena ini seperti kapal yang naik ke permukaan saat muatannya dibongkar.
Berdasarkan analisis garis pantai purba dan pemodelan komputer, penyusutan air di Nam Co antara 115.000 hingga 30.000 tahun lalu menyebabkan pergeseran sekitar 15 meter pada patahan di sekitarnya.
Sementara itu, danau-danau sekitar 100 kilometer di selatan wilayah tersebut kehilangan air lebih banyak lagi, dengan pergerakan patahan diperkirakan mencapai 70 meter.
Secara rata-rata, patahan di kawasan itu bergerak sekitar 0,2 hingga 1,6 milimeter per tahun. Angka ini memang lebih kecil dibandingkan pergerakan San Andreas Fault di Amerika Serikat yang mencapai sekitar 20 milimeter per tahun.
Namun, temuan ini penting karena menunjukkan bahwa proses di permukaan Bumi juga dapat memengaruhi aktivitas patahan, bukan hanya proses di kedalaman.
Wilayah Tibet sendiri memang aktif secara geologi akibat tumbukan antara Lempeng India dan Eurasia yang telah berlangsung sekitar 50 juta tahun. Tumbukan ini membuat tekanan menumpuk di kerak Bumi dan menciptakan banyak patahan purba yang siap bergerak kembali.
Para ahli menekankan bahwa perubahan beban air bukanlah penyebab utama gempa, melainkan faktor yang memengaruhi cara tekanan tektonik dilepaskan.
Matthew Fox dari University College London menambahkan bahwa proses di permukaan ternyata dapat memberi pengaruh kuat terhadap kondisi di dalam Bumi. Para geolog kini semakin menyadari pentingnya memahami keterkaitan antara proses di permukaan dan proses di kedalaman untuk menjelaskan evolusi bentang alam maupun wilayah tektonik.
Fenomena serupa juga pernah terjadi pada masa puncak zaman es terakhir sekitar 20.000 tahun lalu. Saat itu, lapisan es raksasa menekan sebagian besar Amerika Utara dan Eurasia. Ketika es mencair sekitar 10.000 tahun lalu, kerak Bumi yang sebelumnya tertekan mulai terangkat kembali dan hingga kini masih terus mengalami proses tersebut.
Beberapa peneliti bahkan menduga pencairan es ini berkontribusi pada gempa besar di Lembah Sungai Mississippi pada 1811–1812 yang terjadi jauh dari batas lempeng tektonik.
Temuan ini tidak berarti setiap danau yang mengering pasti akan memicu gempa. Gempa hanya mungkin terjadi di wilayah yang sudah memiliki akumulasi tekanan akibat aktivitas tektonik.
Namun demikian, studi ini memperlihatkan bahwa perubahan iklim dan proses permukaan lainnya dapat memengaruhi kondisi tekanan di kerak Bumi. Karena itu, faktor-faktor tersebut dinilai perlu diperhitungkan dalam penilaian risiko gempa di masa depan. (Z-1)
Berdasarkan data dari misi gabungan NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) Cassini, para ilmuwan menduga, permukaan Titan mengalami proses pelarutan mirip
Pasangan selebriti Selena Gomez dan Benny Blanco menikmati penghujung musim panas dengan bersantai di tepi danau.
BERENANG di beberapa danau yang airnya tenang dapat menyebabkan infeksi Legionella, bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia, dan orang-orang yang berenang di perairan terbuka harus waspada
Banjir dan limpasan tersebut mengisi beberapa danau di Sahara, termasuk Sebkha el Melah di Aljazair dan beberapa danau yang tersebar di sekitar Erg Chebbi, Maroko.
Sebanyak enam buah danau seluas 27 hektar dan taman dibangun di wilayah Gedebage, Bandung, Jawa Barat dianggap sebagai salah satu upaya pengendalian banji di wilayah sekitar.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu pukul 01.00.51 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi bermagnitudo 5,9 yang terjadi di wilayah Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Sabtu (7/2) pagi waktu setempat.
Gempa tektonik magnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung pada 6 Februari 2026. BMKG memberikan imbauan untuk kesiapsiagaan bencana dan pentingnya mitigasi serta edukasi gempa.
Secara rinci, BPBD menjelaskan tercatat rumah rusak di 7 titik, tempat ibadah 2 titik, fasilitas pemerintah 1 titik, fasilitas pendidikan 2 titik dan fasilitas kesehatan 3 titik.
SEJUMLAH rumah dilaporkan mengalami kerusakan usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/1) kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved