Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja bersama seluruh elemen bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan nasional, termasuk penanganan bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri acara Akad Massal 50.030 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekaligus serah terima kunci di Serang, Banten, Sabtu (20/12).
Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang terdiri atas ratusan kelompok etnis dan bahasa daerah, sehingga persatuan menjadi modal utama untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Kita menatap masa depan dengan gagah berani, pasti ada masalah, pasti ada tantangan. Namun, semua kita hadapi dengan baik, bencana kita hadapi dengan kompak, bersatu. TNI, Polri, BNPB, Basarnas, Pemda, semua bekerja (menjadi) relawan rakyat,” kata Prabowo dikutip dari Antara, Sabtu (20/12).
Presiden menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah diuji oleh tantangan besar pascabencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Meski demikian, berkat kerja keras dan sinergi seluruh pihak, proses pemulihan untuk mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi normal terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Menurut Prabowo, para petugas di lapangan bekerja tanpa mengenal waktu, termasuk dalam pembangunan infrastruktur darurat. Ia mencontohkan sejumlah jembatan yang dalam kondisi normal membutuhkan waktu pembangunan hingga satu bulan, namun dapat diselesaikan hanya dalam waktu tujuh hari.
Selain pembangunan infrastruktur, upaya pemulihan juga menjangkau wilayah-wilayah terpencil. Layanan kelistrikan dan distribusi logistik tetap dijalankan meski menghadapi keterbatasan medan dan cuaca ekstrem, termasuk dengan memanfaatkan helikopter di daerah dengan kondisi geografis sulit.
Prabowo pun menyatakan optimisme bahwa Indonesia akan terus mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Presiden juga menyinggung perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang sejak awal kemerdekaan telah menghadapi berbagai ujian berat, mulai dari perang kemerdekaan, intervensi asing, hingga konflik ideologi.
Menurut Prabowo, pengalaman sejarah tersebut menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia memiliki daya tahan, semangat persatuan, dan kemampuan untuk bangkit dari setiap kesulitan. (Ant/P-4)
Perbaikan difokuskan pada ruas Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis, yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam pada 25 November 2025 lalu.
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
KOMISI VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanggulangan bencana
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Pemerintah harus mengomunikasikan solusi jangka pendek, menengah, dan panjang dalam penanganan bencana secara jelas.
Koordinasi lintas sektoral ini dinilai berhasil mempercepat pengambilan keputusan strategis di titik-titik terdampak.
PRESIDEN Prabowo Subianto menekankan agar penanganan bencana di Indonesia tidak berubah menjadi ajang pencitraan pejabat dan tokoh publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved