Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

7 Arahan Prabowo setelah Meninjau Bencana di Sumatra

Akmal Fauzi
02/12/2025 16:50
7 Arahan Prabowo setelah Meninjau Bencana di Sumatra
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung posko pengungsian di Perumahan Kasai Permai, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, pada Senin (1/12/2025).(BPMI Setpres/Cahyo)

PRESIDEN Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerjanya ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat pada Senin (1/12). Sejak pagi hingga sore hari, Presiden meninjau posko pengungsian, infrastruktur rusak, serta berdialog dengan ribuan warga untuk memastikan penanganan darurat berlangsung cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi.

Selama berada di berbagai titik bencana, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan penyaluran bantuan logistik, pemulihan akses wilayah yang masih terisolasi, serta pembangunan jalur darurat di area dengan infrastruktur vital yang terdampak. Pemerintah juga mengerahkan armada udara dan laut untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat.

Usai meninjau posko pengungsian di Padang Pariaman, Presiden menyampaikan bahwa kondisi lapangan kini menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

“Alhamdulillah, Saya baru liat pengungsi di Padang, Padang saya kira semua jalan sudah mulai bisa tembus. Jalan darat bisa tembus ya. Walaupun banyak jembatan juga yang rusak. Listrik sudah hampir 100 persen. Air juga sudah mulai dibenahi,” ujar Presiden dalam siaran pers dikutip Selasa (2/12).

Berikut poin-poin arahan Presiden Prabowo setelah meninjau lokasi bencana Sumatra

1. Percepatan Penanganan Darurat

  • Mempercepat distribusi bantuan logistik untuk seluruh wilayah terdampak.
  • Memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi: makanan, air bersih, pakaian, dan layanan kesehatan.

2. Pemulihan Akses Wilayah Terisolasi

  • Memerintahkan pembukaan akses jalur darat yang tertutup longsor atau rusak.
  •  Mengoptimalkan penggunaan armada udara dan laut untuk daerah yang sulit dijangkau.

3. Pembangunan Akses Darurat

  • Memperbaiki dan membangun jalur sementara di lokasi infrastruktur vital yang rusak.
  • Memulihkan pasokan listrik dan air bersih secepat mungkin.

4. Inventarisasi Kerusakan

  • Menghitung ulang seluruh kerusakan infrastruktur, permukiman, jembatan, dan fasilitas umum.
  • Menjadikan hasil inventarisasi sebagai dasar penyusunan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.

5. Pemulihan Layanan Publik

  • Memprioritaskan normalisasi layanan publik seperti listrik, air, dan transportasi.
  • Menjamin sekolah, fasilitas kesehatan, dan layanan masyarakat dapat kembali berjalan.

6. Penggunaan Akses Udara untuk Daerah Terisolasi

  • Menegaskan bahwa jalur udara menjadi opsi utama menjangkau lokasi yang masih terputus.
  • Menginstruksikan percepatan pengiriman bantuan melalui udara untuk memperpendek waktu distribusi.

7. Penghargaan kepada Petugas dan Relawan

  • Menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, BNPB, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan warga setempat.
  • Menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam situasi darurat.

“Jadi pelan-pelan kita kembalikan ke normal semua. Kita inventarisir semua kerusakan. Nanti kita atur bagaimana rehabilitasi kembali. Supaya rakyat bisa hidup normal lagi,” kata Presiden. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya