Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM juga usai penangangan bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir tahun lalu, kini banjir dan tanah longsor kembali menerjang sejumlah kawasan di Pulau Jawa. Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir 2025 sempat melumpuhkan jalur logistik utama di Lintas Sumatera begitupun di Jawa.
Jalur utama transportasi yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Jawa Timur putus akibat banjir bandang dan longsor yang merendam sejumlah kawasan di Pantai Utara Jawa (Pantura) awal tahun ini.
Salah satu kendala utama akibat lumpuhnya jalur transportasi darat adalah terputusnya pasokan bahan bakar dan gas. Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hadir sebagai garda depan negara dalam situasi darurat. Selain memulihkan pasokan energi sejumlah BUMN juga menjalankan fungsi sosial dengan memberikan bantuan darurat seperti air bersih, sembako hingga dukungan untuk warga di pengungsian.
”BUMN meski di bawah pemerintah namun mereka bisa bergerak secara independen,” ujar Guru Besar Ilmu Sosiologi Fisip Universitas Indonesia Prof. Richardi Adnan dalam keterangan resmi.
Ia mengatakan, selama ini memang BUMN kerap dijadikan tumpuan oleh pemerintah dalam menangani bencana alam. Mereka disebut memiliki saldo yang berlebih karena ada program tanggung jawab sosial (CSR).
"Serta, terlatih karena banyak berhubungan juga dengan perusahaan-perusahaan serupa di mancanegara,” tuturnya.
Ia mengatakan, salah satu BUMN yang punya jam terbang tinggi dalam menghadapi krisis adalah Pertamina. Hal ini dikarenakan energi merupakan kebutuhan dasar.
Sosiolog dari Universitas Indonesia Nadia Yovani menyoroti peran Pertamina dalam mengamankan ketersediaan energi nasional sekaligus menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan kemanusiaan selama masa kritis tersebut.
”Dari sisi tanggung jawab sosial Pertamina cukup tanggap,” ucapnya.
Nadia mengimbau agar Pertamina bukan hanya sekadar menyalurkan bantuan saja tapi juga bersifat membangun (jangka panjang) sehingga uang bisa menjadi sesuatu yang berkualitas. Karena itu ia menyarankan agar Pertamina bekerjasama dengan pemerintah setempat.
”Konsepnya harus jelas, jangan cuma kasih (uang/bantuan) terus ditinggal. Ada fungsi pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Selain pemulihan operasional, Pertamina melalui program Pertamina Peduli telah menyalurkan bantuan senilai miliaran rupiah untuk pembagunan posko kesehatan terpadu guna melayani lebih dari 15.000 pengungsi di Aceh Utara dan Pidie Jaya.
Menggelar dapur umum mandiri, termasuk menyediakan LPG 12 kg dan Bright Gas secara gratis di 120 titik pengungsian. Membangun sumur bor dan instalasi penjernihan air (Reverse Osmosis) di wilayah yang sumber airnya tercemar lumpur.
Pun di Jawa, Pertamina menyalurkan bantuan berupa bahan makanan pokok (sembako) dan pasokan BBM untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak parah, seperti Desa Tempur di Jepara, Jawa Tengah. Termasuk Memberikan bantuan LPG untuk operasional dapur umum guna memastikan kebutuhan pangan pengungsi terpenuhi.
”Kalau untuk tanggung jawab sosial perusahaan saja Pertamina mampu melakukan apalagi untuk bencana, semestinya bisa,” kata pengamat dari Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Udi Hamzah.
Ia menyebut pemakaian multi moda transportasi yakni darat, laut, dan udara dapat menembus wilayah yang terisolasi dalam menyalurkan pasokan energi seperti avtur, bahan bakar minyak (BBM), elpiji, yang vital untuk logistik, dapur umum, termasuk menyediakan air bersih, listrik (PLTS), dan komunikasi (Starlink). (Ins)
Koordinasi lintas sektoral ini dinilai berhasil mempercepat pengambilan keputusan strategis di titik-titik terdampak.
ruas jalan dan jembatan terdampak banjir serta tanah longsor di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) masih menjadi kendala utama dalam penanganan darurat dan distribusi bantuan
Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang tengah melakukan penyelidikan terkait kayu gelondongan yang hanyut dan menumpuk usai banjir besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
MEDIA asing ramai-ramai menyoroti tumpukan kayu gelondongan yang ikut mengapung saat banjir bandang yang terjadi di Sumatra dan Aceh.
Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan duka cita mendalam kepada semua korban jiwa dan bersimpati kepada semua yang terdampak akibat banjir dan tanah longsor dahyat di berbagai wilayah Sumatra
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved