Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Media Asing Soroti Kayu Gelondongan dan Deforestrasi pada Banjir Sumatra

M Iqbal Al Machmudi
04/12/2025 12:13
Media Asing Soroti Kayu Gelondongan dan Deforestrasi pada Banjir Sumatra
Foto udara sejumlah warga berjalan di antara potongan kayu gelondongan yang bertumpuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatra Barat(ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

 

MEDIA asing ramai-ramai menyoroti tumpukan kayu gelondongan yang ikut mengapung saat banjir bandang yang terjadi di Sumatra dan Aceh.

Salah satu media asal Amerika Serikat membuat artikel berjudul The New York Times menulis judul Where Floodwaters Turned Piles of Timber Into Floating Battering Rams (air banjir mengubah tumpukan kayu menjadi raksasa apung yang menghancurkan).

Bahkan isi beritanya menilai bahwa banyak batang kayu menjadi sumber kerusakan di Indonesia pekan lalu. Tumpukan batang kayu tersebut menjadi bukti deforestasi yang memperparah kerusakan ditimbulkan oleh badai siklon.

"Tidak terhitung banyaknya kayu gelondongan dan puing-puing lainnya yang jatuh ke daerah pemukiman di Provinsi Sumatra Utara setelah badai siklon," tulis laman tersebut. 

Para ahli mengatakan bahwa dahsyatnya badai ini diperparah oleh deforestasi selama puluhan tahun. Sebagian besar hutan alam Sumatra telah ditebang habis dalam beberapa dekade terakhir dan diubah menjadi perkebunan kelapa sawit, perkebunan kayu pulp, dan tambang emas.

Sementara itu, media asal Prancis, AFP, juga menyoroti deforestasi yang terjadi di Indonesia dengan membuat video pendek berdurasi 1.43 menit. Video yang berjudul deforestation fuels Indonesia floods (deforestasi memperparah banjir di Indonesia) tersebut memperlihatkan banyak kayu gelondongan hanyut di sungai dan banyak kayu gelondongan lainnya juga berada di dekat pemukiman warga.

Banyak warga menyadari ketika banjir mulai surut banyak kayu gelondongan berada di tengah-tengah sungai, di samping mushola, dan berada di tengah-tengah pemukiman. 

Dalam video tersebut juga dituliskan bahwa Indonesia sedang pulih dari banjir mematikan yang menewaskan lebih dari 700 orang. Para ahli menyalahkan deforestasi yang meluas sebagai penyebab memperparah bencana tersebut. 

Kehilangan hutan, yang didorong oleh penebangan kayu dan perkebunan kelapa sawit, menyebabkan tanah menjadi tidak stabil dan rentan terhadap erosi. 

Ini adalah bencana ekologi yang disebabkan oleh pengelolaan sumber daya alam yang buruk oleh pemerintah. Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai spons raksasa untuk menampung air dari hulu sungai tidak lagi berfungsi, sehingga kayu-kayu tersebut terbawa hingga ke muara sungai. (Iam/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik