Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri mengerahkan tim ke sejumlah titik bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh. Langkah ini diambil untuk menyelidiki dugaan tindak pidana terkait kemunculan kayu gelondongan yang terbawa arus saat bencana terjadi.
"Penyelidikan sudah dimulai, tim sudah dibentuk untuk mencari ada peristiwa pidana atau tidak, kalau memang ketemu ya dilanjutkan," kata Irhamni kepada wartawan, Rabu (3/12).
Sebelumnya beredar informasi mengenai dugaan keterlibatan delapan perusahaan yang dianggap berkaitan dengan munculnya kayu gelondongan di lokasi banjir bandang. Namun Irhamni belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut karena penyidik masih melakukan verifikasi perizinan tambang.
"Tim masih melakukan penyelidikan," ujar jenderal polisi bintang satu itu.
Munculnya gelondongan kayu di tengah banjir bandang dan longsor di Sumatra menjadi perhatian. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terhadap temuan ini dan memastikan melakukan penegakan hukum.
"Untuk melakukan proses penyelidikan pendalaman proses yang terjadi, bila ada pelanggaran hukum kita akan proses," kata Listyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12).
Polri dijadwalkan akan mengadakan rapat bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk mencari tahu asal muasal kayu-kayu gelondongan tersebut. Karena dinilai menjadi salah satu penyebab utama bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Terkait temuan kayu gelondong yang terkupas, kami secara lisan sudah berkoordinasi dengan Menhut (Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni)," ujar Listyo. (P-4)
Di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pemanfaatan kayu sisa banjir dilakukan setelah melalui proses pengumpulan dan pengukuran oleh tim BPHL.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan bahwa kayu-kayu besar yang terbawa banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah sesuai dengan peruntukannya,
Di Sumatra Utara, Kemenhut berpartisipasi aktif mendukung pembersihan kayu dan material limbah bencana yang dikoordinasikan oleh Satuan Tugas Pemerintah Daerah.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, dari hasil pendalaman sementara terdapat sejumlah kasus yang sudah dan masih diproses.
Kemenhut bersama Bareskrim Polri memaparkan temuan awal hasil identifikasi forensik terhadap kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang
Kasus ini, kata Irhamni, naik penyidikan usai ditemukannya dua alat bukti, antara lain adanya alat berat di TKP dan kayu-kayu yang ditemukan di hulu sungai.
Gerakan ini merupakan sinergi lintas sektor yang melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
LAILATUL BARA'AH atau yang akrab disebut Malam Nisfu Syakban di Provinsi Aceh dirayakan dengan penuh khidmat.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved