Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Banjir Demak: 2.839 Warga Mengungsi akibat Tanggul Jebol dan Luapan Sungai

Andhika Prasetyo
04/4/2026 12:27
Banjir Demak: 2.839 Warga Mengungsi akibat Tanggul Jebol dan Luapan Sungai
Petugas mengevakuasi masyarakat yang jadi korban banjir Demak.(Antara)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus meningkat. Hingga kini, sebanyak 2.839 jiwa terpaksa mengungsi akibat genangan yang dipicu curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Tuntang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan para pengungsi tersebar di berbagai titik. Di antaranya berada di Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko sebanyak 200 jiwa, Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere 500 jiwa, Kantor Kecamatan Guntur 119 jiwa, serta di area Tanggul Gobang yang menampung sekitar 400 jiwa. Selain itu, sejumlah balai desa, mushola, madrasah, dan rumah warga juga difungsikan sebagai tempat pengungsian.

Sebagian pengungsi dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan telah mendapatkan penanganan dari dinas kesehatan setempat.

Berdasarkan hasil kaji cepat, banjir berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung. Di Kecamatan Guntur, tanggul jebol terjadi di Desa Trimulyo pada dua titik di Dukuh Solondoko sepanjang sekitar 30 meter dan Dukuh Solowere sepanjang 10 meter. Sementara itu, di Desa Sidoharjo, tanggul jebol mencapai panjang sekitar 15 meter.

Akibat kerusakan tanggul tersebut, ketinggian air di sejumlah wilayah, seperti Desa Trimulyo dan Desa Ploso, mencapai 100 hingga 150 sentimeter. Kondisi ini membuat akses jalan di Desa Trimulyo tidak dapat dilalui kendaraan kecil.

Limpasan air juga terpantau di Desa Turitempel dan Sumberejo di Kecamatan Guntur, serta Desa Solowire dan Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung, meskipun situasi di wilayah tersebut masih relatif terkendali.

Penanganan banjir ini turut menjadi perhatian Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Meski sedang berada di Manado untuk menangani dampak gempa bumi, ia langsung menginstruksikan jajarannya berkoordinasi dengan BPBD Jawa Tengah guna mengidentifikasi kebutuhan darurat di lapangan.

BNPB juga telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk mempercepat proses penanganan, termasuk pendampingan bagi pemerintah daerah dalam upaya pemulihan kondisi pascabanjir. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya