Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TANGGUL Sungai Tuntang Jebol di tiga titik di Desa Trimulyo dan Sidorejo , Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak Jumat (3/4), mengakibatkan banjir merendam pemukiman warga hingga terpaksa ratusan keluarga dievakuasi untuk mengungsi ke desa lain.
Pantauan Media Indonesia hingga Jumat (3/4) malam, banjir setinggi 0,8 - 1,5 meter masih merendam Desa Trimulyo dan Sidorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di tiga titik sepanjang 10-50 meter, bshkan tidak hanya merendam jalan desa dan sawah ladang, tetapi juga merendam ratusan rumah warga di kedua desa itu.
Akibat banjir yang melanda sejak siang, ratusan keluarga terpaksa dievakuasi ke tempat yang akan, bahkan mereka bertahan di lokasi pengungsian di desa tetangga demi keselamatan karenabanjir di dalam rumah mencapai ketinggian 1 meter. "Kita dibawa ke dini menggunakan perahu karet," ujar Sarifah, seorang pengungsi.
Hal serupa juga diungkapkan Suhardi, warga lainnya bahwa banjir terjadi setelah sebelumnya hujan lebat mengguyur sejumlah daerah hulu sungai seperti Kabupaten Semarang, sehingga volume air Sungai Tuntang meningkat dratis dan tanggul sungai tidak kuat menahan gempuran air dan jebol.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Sukiyono mengatakan akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di tiga titik yakni dua titik di Desa Trimulyo dan satu titik di Desa Sidorejo mengakibatkan sejumlah desa di 3 kecamatan yakni Guntur, Karangtengah dan Wonosalam terendam banjir dengan ketinggian hingga 1,5 kn eter.
"Ada sekitar 150 keluarga atau 600 jiwa saat ini telah dievakuasi dan diungsikan ke desa lain yang lebih aman," ugar Agus Sukiyono Jumat (3/4).
Hingga petang air belum surut, ungkap Agus Sukiyono, karena tanggul yang jebol belum dapat dilakukan penambalan mengingat volume air Sungai Tuntang yang masih tinggi dan mengalir deras ke pemukiman penduduk. "Kami bersama tim terpadu seperti kepolisian, TNI, Dinas Sosial, PMI dan relawan terus berupaya melakukan penanganan," imbuhnya.
Kepala Bagian Operasional Polres Demak Kompol Wasito mengatakan penanganan awal menghadapi bencana banjir di sejumlah desa di Demak ini bertahap awal difokuskan pada keselamatan warga yakni dengan melakukan evakuasi terhadap warga terutama lansia, anak-anak dan wanita.
"Kami langsung bergerak mengevakuasi warga kebtemiat yang aman, karena rumahnya terendam banjir hingga diatas 1,5 meter," kata Wasito.
Selain mengevakuasi ke tempat pengungsian sementara, lanjut Warsito, tim gabungan terdiri sejumlah instansi pemerintah juga membuat dapur umum untuk menjamin kebutuhan logistik bagi ratusan jiwa yang kini masih bertahan mengungsi.(H-2)
Jebolnya tanggul Sungai Cabean B1 di Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan rumah warga terdampak banjir.
13 keluarga yang berada di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Sayung, Demak saat ini harus hidup di atas rumah panggung karena rob sudah menjadi langganan.
Banjir akibat curah hujan tinggi merendam tujuh dari delapan dusun dengan ketinggian air 10–75 sentimeter sejak Rabu (22/10).
Operasi ini merupakan kerja sama antara Kementerian PUPR, BRIN, BMKG, BNPB, dan BPBD Jateng, dan telah berjalan sejak 25 Oktober 2025, direncanakan berlanjut hingga akhir bulan
SETELAH bertahan selama dua hari, akhirnya para pengemudi truk yang terjebak banjir di ruas Jalan Pantura Semarang-Demak dapat bantuan makanan siap saji, Jumat (24/10).
PENUTUPAN tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, ditargetkan dapat rampung dalam tiga hari.
POLDA Jawa Tengah memastikan percepatan perbaikan tanggul jebol di wilayah Kabupaten Grobogan berjalan optimal.
PENANGANAN bencana banjir di Kabupaten Demak dan Grobogan masih terus dilakukan.
Banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Demak dan Grobogan masih tinggi disebabkan jebolnya tanggul dan meluapnya Sungai Tuntang.
Banjir di Kabupaten Grobogan terus meluas, hingga kini tercatat telah merendam 21 desa tersebar di enam kecamatan dengan ketinggian 30-100 centimeter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved