Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

600 Jiwa Dievakuasi, Tanggul Sungai Jebol: Sejumlah Desa di 3 Kecamatan di Demak Terendam Banjir

Akhmad Safuan
03/4/2026 21:40
600 Jiwa Dievakuasi, Tanggul Sungai Jebol: Sejumlah Desa di 3 Kecamatan di Demak Terendam Banjir
Ilustrasi(Dok Istimewa)

TANGGUL Sungai Tuntang Jebol di tiga titik di Desa Trimulyo dan Sidorejo , Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak Jumat (3/4), mengakibatkan banjir merendam pemukiman warga hingga terpaksa ratusan keluarga dievakuasi untuk mengungsi ke desa lain.

Pantauan Media Indonesia hingga Jumat (3/4) malam, banjir setinggi 0,8 - 1,5 meter masih merendam Desa Trimulyo dan Sidorejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di tiga titik sepanjang 10-50 meter, bshkan tidak hanya merendam jalan desa dan sawah ladang, tetapi juga merendam ratusan rumah warga di kedua desa itu.

Akibat banjir yang melanda sejak siang, ratusan keluarga terpaksa dievakuasi ke tempat yang akan, bahkan mereka bertahan di lokasi pengungsian di desa tetangga demi keselamatan karenabanjir di dalam rumah mencapai ketinggian 1 meter. "Kita dibawa ke dini menggunakan perahu karet," ujar Sarifah, seorang pengungsi.

Hal serupa juga diungkapkan Suhardi, warga lainnya bahwa banjir terjadi setelah sebelumnya hujan lebat mengguyur sejumlah daerah hulu sungai seperti Kabupaten Semarang, sehingga volume air Sungai Tuntang meningkat dratis dan tanggul sungai tidak kuat menahan gempuran air dan jebol.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Agus Sukiyono mengatakan akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di tiga titik yakni dua titik di Desa Trimulyo dan satu titik di Desa Sidorejo mengakibatkan sejumlah desa di 3 kecamatan yakni Guntur, Karangtengah dan Wonosalam terendam banjir dengan ketinggian hingga 1,5 kn eter.

"Ada sekitar 150 keluarga atau 600 jiwa saat ini telah dievakuasi dan diungsikan ke desa lain yang lebih aman," ugar Agus Sukiyono Jumat (3/4).

Hingga petang air belum surut, ungkap Agus Sukiyono, karena tanggul yang jebol belum dapat dilakukan penambalan mengingat volume air Sungai Tuntang yang masih tinggi dan mengalir deras ke pemukiman penduduk. "Kami bersama tim terpadu seperti kepolisian, TNI, Dinas Sosial, PMI dan relawan terus berupaya melakukan penanganan," imbuhnya.

Kepala Bagian Operasional  Polres Demak Kompol Wasito mengatakan penanganan awal menghadapi bencana banjir di sejumlah desa di Demak ini bertahap awal difokuskan pada keselamatan warga yakni dengan melakukan evakuasi terhadap warga terutama lansia, anak-anak dan wanita.

"Kami langsung bergerak mengevakuasi warga kebtemiat yang aman, karena rumahnya terendam banjir hingga diatas 1,5 meter," kata Wasito.

Selain mengevakuasi ke tempat pengungsian sementara, lanjut Warsito, tim gabungan terdiri sejumlah instansi pemerintah juga membuat dapur umum untuk menjamin kebutuhan logistik bagi ratusan jiwa yang kini masih bertahan mengungsi.(H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya