Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN rumah di Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI), Kelurahan Pamulang Timur, Tangerang Selatan, terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter pada Sabtu (4/4) malam. Kondisi ini sempat memutus akses masuk menuju kawasan perumahan tersebut.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak sore hari, ditambah adanya kiriman air dari wilayah selatan, memicu kenaikan debit air secara cepat. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan perahu karet untuk beraktivitas maupun menjangkau rumah mereka yang terjebak genangan.
Hudi, salah seorang warga mengungkapkan bahwa banjir kali ini tergolong cukup parah dibandingkan biasanya.
"Banjir kali ini cukup dalam karena hujan deras dan ada kiriman air dari selatan. Akses masuk ke Pamulang Indah terputus karena banjir," ujar Hudi di lokasi kejadian.
Guna mengantisipasi jatuhnya korban dan membantu warga yang terjebak, personel gabungan dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan segera dikerahkan ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet, terutama bagi warga yang hendak menuju atau keluar dari kediaman mereka.
Tim SAR dari Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya juga turun langsung membantu penanganan di lapangan. Sebanyak 13 personel diterjunkan untuk melakukan patroli di dalam area perumahan guna memastikan keamanan warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka.
Komandan Tim (Dantim) SAR, Ipda Muhammad Adi Mulyono, menjelaskan perbedaan signifikan ketinggian air di titik-titik tertentu.
"Untuk banjir di BPI Pamulang, ketinggian air di dalam perumahan mencapai satu meter, sedangkan di luar perumahan sekitar 50 sentimeter," jelas Ipda Muhammad Adi Mulyono.
Banjir dilaporkan merendam ratusan rumah yang tersebar di sejumlah blok. Sebagian warga memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah kerabat terdekat demi menghindari kenaikan air susulan.
Menurut warga, kawasan BPI memang menjadi titik langganan banjir setiap kali hujan deras melanda. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air mulai berangsur surut pada pukul 21.30 WIB. Jalan utama yang sebelumnya tertutup air kini sudah kembali bisa dilalui oleh kendaraan bermotor.
Meski air mulai surut, petugas gabungan tetap disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi potensi hujan susulan yang dapat kembali menaikkan debit air.
(MetroTV/P-4)
Jalan Ciledug Raya, Cipulir, terendam banjir hingga 50 cm akibat luapan Kali Pesanggrahan, Sabtu malam. Sejumlah kendaraan mogok dan kemacetan panjang terjadi. Simak laporan lengkapnya
BANJIR yang berulang hampir setiap tahun itu kembali memicu sorotan berbagai pihak, salah satunya terkait minimnya ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Banjir yang melumpuhkan kawasan Cawang, Kamis (22/1) pagi ini berdampak langsung pada aksesibilitas menuju Stasiun Kereta Cepat Halim.
KCIC menyampaikan hujan lebat di wilayah Jakarta menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan DI Panjaitan yang merupakan salah satu akses menuju Stasiun Kereta Cepat Halim.
Berdasarkan hasil penyelidikan tim Puslabfor Polri, kebocoran gas terpicu oleh pemantik dari kompor yang mengakibatkan ledakan dashyat dengan menghancurkan delapan rumah warga.
Ledakan di Pamulang, Tangerang Selatan, diduga berasal dari tabung gas. Puslabfor Polri menemukan bukti berupa tabung gas, kompor, dan selang regulator.
Delapan rumah rusak berat, belasan rusak ringan, dan tujuh orang terluka akibat ledakan yang masih diselidiki polisi.
Pamulang dan Ciputat tengah mencuri sorotan kembali, terutama dari kalangan keluarga muda yang tengah berburu rumah pertama.
N diduga telah diserang F membabi buta dengan sebilah celurit bersimbah darah tak berdaya mengenai lehernya hingga tewas di tempat kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved