Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Sleman Kustini Sri Purnomo meminta pemerintah pusat memberi tambahan vaksin sebanyak 300.000 dosis. Vaksin tambahan ini untuk para mahasiswa dari luar daerah yang kini sedang belajar di Sleman.
"Dalam waktu dekat ini, ribuan mahasiswa dari berbagai daerah akan masuk Daerah Istimewa Yogyakarta dan sebagian besar dari mereka tinggal atau ermukim di Sleman. Sebagian dari para mahasiswa ini, sudah mendapatkan vaksinasi hingga dosis-2. Namun sebagian lainnya baru mendapatkan dosis-1 dan bahkan ada pula yang belum mendapatkan vaksin," kata Kustini.
Ia menambahkan, masuknya mahasiswa dari luar daerah ini, seiring dengan rencana pembukaan pembelajaran tatap muka pada Oktober ini.
Bupati Kustini menyebut jumlah 300 ribu dosis vaksin yang diajukan hanyalah angka perkiraan. Berdasarkan jumlah pelajar maupun mahasiswa luar daerah yang mengenyam pendidikan di Kabupaten Sleman.
Di Kabupaten Sleman sendiri terdapat lebih dari 40 perguruan tinggi, dengan berbagai kategori mulai dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas. Upaya penambahan dosis vaksin itu juga sekaligus untuk mempercepat pembentukan herd imunity di lingkungan civitas akademika.
"Kami di Pemda sangat hati-hati dalam membuka kuliah tatap muka. Pak Gubernur juga sudah menyampaikan minimal 80 persen sudah divaksin. Tentu ini harus kita kejar," terang Kustini.
Menurut Kustini, untuk mencapai target vaksinasi, Pemkab Sleman akan mempermudah persyaratan. Calon penerima vaksin tidak hanya menyasar pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) Sleman. Target penerima diperluas termasuk untuk kalangan pelajar dan mahasiswa.
Pemkab Sleman juga bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam melakukan pendataan nama dan jumlah mahasiswa. Data kemudian disaring bagi yang belum mendapatkan suntik vaksin Covid-19.
"Nanti pihak kampus akan menyisir. Berapa jumlah mahasiswa yang belum vaksin. Semoga rencana pada pertengahan atau akhir bulan ini bisa mulai tatap muka," imbuhnya. (OL-13)
Baca Juga: Gandeng PTM BRIN, Hydrotech Metal Siap Olah Nikel jadi Battery Precursor
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
PEMUDIK yang akan menuju Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama Kabupaten Sleman, dapat menggunakan jalur bebas hambatan setelah Tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani
Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum, Dhahana Putra, menanggapi polemik kasus salah tangkap yang menimpa Hogi Minaya di Sleman.
Meski menyampaikan permohonan maaf, Kapolres Sleman menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya bekerja secara profesional sejak awal penanganan perkara.
SETELAH mendapatkan dua alat bukti yang cukup kuat, Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya menahan Dukuh Candirejo, Kalurahan Tegaltirto, Berbah, Sleman, berinisial SAR.
Secara rata-rata usia harapan hidup di Sleman baik laki-laki maupun perempuan mencapai 75,26 tahun.
MENTERI Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengapresiasi Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, khususnya Pemkab Sleman, karena telah berhasil 100% membentuk Koperasi Merah Putih
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved