Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Anggaran DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD 2021. Persetujuan itu lantaran penyusunan dan pembahasan Raperda Perubahan APBD 2021 telah memenuhi syarat yuridis formal.
"Kami (Badan Anggaran) mengusulkan agar Raperda Perubahan APBD 2021 ini dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Cianjur, Mochammad Isnaeni, saat digelar Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Rabu (29/9).
Legislator Fraksi Partai Golkar ini menjelaskan pada prinsipnya Perubahan APBD merupakan penyempurnaan dan perbaikan atas APBD tahun berjalan. Namun dengan mempertimbangkan pencapaian dtarget pendapatan dan realisasi belanja yang telah dilaksanakan.
"Termasuk menampung berbagai perubahan dan penyesuaian, baik di sisi pendapatan maupun sisi belanja dan pembiayaan daerah," ungkapnya.
Perubahan APBD juga merupakan bagian dari tahapan sistem pengelolaan keuangan untuk terlaksananya penatausahaan keuangan daerah secara optimal, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada anggaran berbasis kinerja atau prestasi kerja. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
"Kami berharap, Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021 mampu menjawab dan menyelesaikan berbagai dinamika dan persoalan aktual dan faktual saat ini yang dihadapi masyarakat Kabupaten Cianjur," tegas Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur ini.
Badan Anggaran, sebut Isnaeni, meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur dapat melaksanakan Perubahan APBD 2021 dengan sebaik-baiknya, sehingga target kinerja dapat tercapai. Selain itu, Badan Anggaran juga meminta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Cianjur mengoptimalkan sisa waktu yang ada pada tahun ini melaksanakan berbagai kegiatan sesuai perencanaan.
"Sehingga anggaran yang sudah direncanakan dapat segera dilaksanakan dengan tetap menggunakan prinsip tepat guna, tepat waktu, tepat hasil, dan tepat manfaat. Ini untuk menghindari terjadinya Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) yang terlalu tinggi," pungkasnya. (OL-15)
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kompleksitasnya persoalan tambang di Jawa Barat. Tidak hanya yang ilegal, menurutnya yang legal pun tidak luput dari berbagai masalah.
Data laporan perkembangan APBN terbaru, total pendapatan regional Jawa Barat tercapai sebesar Rp11,09 triliun atau sekitar 5,88% dari target tahunan.
Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri pengecualian larangan motor bagi siswa di pelosok. Aturan resmi berlaku tahun ajaran 2026/2027 dengan syarat ketat. Cek rinciannya.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Penanganan dinilai lebih menyerupai upaya kriminalisasi terhadap kesalahan administrasi daripada pembuktian tindak pidana murni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved