Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura terus melakukan sejumlah terobosan dalam pelayanannya. Salah satunya dengan Program Sagu Papua atau Siap Dampingi UMKM Papua yakni dengan turun langsung dan melakukan pendampingan kepada pengusaha terutama warga asli Papua yang punya inovasi dalam menciptakan produknya.
Seperti yang dilakukan tim yang dipimpin langsung Kepala BPOM Jayapura, Mojaza Sirait saat mengunjungi pabrik kosmetik berupa sabun, sampo, hand body lotion berbahan dasar buah merah dan tanaman endemik Papua dan sejumlah produk lainnya di Doyo Bambar, kabupaten Jayapura, Rabu (1/9).
"Kami datang dan melihat langsung pabrik sebagai tempat produksi kosmetik dari bahan buah merah. Kita ingin membantu mendampingi sehingga semua prosesnya. Apalagi apa yang dibuat disini sangat luar biasa, ada sabun dan shampo serta lotion yang terbuat dari bahan asli Papua berupa buah merah dan tumbuhan endemik lain yang tidak ada di daerah lain di Indonesia bahkan dunia," kata Mojaza Sirait.
Pria yang akrab disapa Mozes ini menjelaskan, pihak BPOM pada prinsipnya hanya sebagai pendampingan dan memberikan masukan agar proses produksi yang dilakukan bisa lebih mudah dan efektif. Dia menambahkan, perusahaan kosmetik milik J Yumin Wonda ini sudah mendaftarkan produk kosmetik sejak 2018 dan mendapatkan izin dari BPOM Jayapura setelah melalui proses secara aturan.
Di sisi lain, Yumin Wonda memberi apresiasi pada BPOM Jayapura yang datang dan memberi pendampingan dalam usahanya. "Kami sangat berterimakasih dengan kehadiran BPOM untuk mendampingi dan memberi masukan guna efektif dan efisien dalam pekerjaan produksi kami. Kami juga berharap kerjasama dan pendampingan seperti ini akan terus berjalan," kata Yumin.
Dia menuturkan, pabrik yang dikelolanya antara lain memproduksi sabun cair, sabun batang, sampo, hand body lotion, hingga cairan pencuci piring, lantai dan kaca. "Untuk sabun, sampo dan hand body lotion itu memang kita menggunakan bahan dari buah merah dan tanaman khas Papua. Kalau tanaman campuran lainnya, di daerah kami di Puncak Jaya disebut Wunggani," jelas Yumin Wonda. (OL-15)
Kelima warga itu sebelumnya berangkat ke Papua pada 14 Februari 2026 untuk bekerja dalam proyek pembangunan yang dijanjikan oleh seorang mandor.
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
BPOM melakukan pengawasan terhadap pangan takjil melalui pengujian cepat menggunakan rapid test kit, 108 sampel (2%) tidak memenuhi syarat.
Pengawasan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik selama bulan suci.
BPOM perketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis karena risiko keamanan pangan. Sepanjang 2024 tercatat 138 KLB keracunan.
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
BPOM mencatat, suplemen ilegal dapat berasal dari pabrik-pabrik tersembunyi yang beroperasi di tengah permukiman padat dengan kondisi yang jauh dari standar Cara Pembuatan yang Baik (CPB).
TPID bersama Satgas Pangan bertugas menjamin kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pokok penting, sambil aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan penimbunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved