Kamis 29 Juli 2021, 00:53 WIB

Asrama Polisi Presisi Sukabumi Kota Jadi Lokasi Karantina Covid-19

Benny Bastiandy | Nusantara
Asrama Polisi Presisi Sukabumi Kota Jadi Lokasi Karantina Covid-19

DOK MI
Ilustrasi

 

DINAS Kesehatan Kota Sukabumi, Jawa Barat, berupaya menekan angka kematian pasien covid-19. Termasuk bagi pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih, menjelaskan sejauh ini di Kota Sukabumi sudah ada tiga pasien konfirmasi covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah akhirnya meninggal dunia. Karena itu, kata Rita, dipandang perlu untuk membuat pusat isolasi mandiri bagi pasien konfirmasi covid-19.

"Alhamdulillah, sekarang kita (Kota Sukabumi) punya pusat isolasi mandiri di Asrama Polisi Presisi Polres Sukabumi Kota," kata Rita, Rabu (28/7).

Keberadaan pusat isolasi mandiri di Asrama Polisi Presisi Polres Sukabumi Kota, lanjut Rita, sebagai upaya upaya memotong faktor risiko kematian bagi pasien konfirmasi yang menjalani isoman. Dengan penanganan pasien konfirmasi di satu tempat, maka perawatan medisnya pun akan terpantau dengan baik.

"Selama terjadi pandemi covid-19, di Kota Sukabumi ada 3 orang pasien konfirmasi yang menjalani isolasi mandiri di rumah meninggal dunia," sebut Rita.

Penyediaan pusat isolasi bagi pasien konfirmasi covid-19 juga untuk menekan keterisian ruang isolasi di rumah sakit. Apalagi dengan terdeteksinya covid-19 varian Delta yang karakteristiknya mudah menular.

"Selain mudah menular, juga cepat sembuh. Tapi juga karakternya yang spesifik membuat efek yang luar biasa," terangnya.

Kurun sebulan terakhir Kota Sukabumi menerapkan juga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat hingga PPKM Level 4. Kebijakan penerapannya tersebut cukup membawa dampak signifikan, salah satunya tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) di rumah sakit.

"Alhamdulillah dalam kurun seminggu terakhir ini, kondisi seluruh rumah sakit di Kota Sukabumi sudah mulai menurun. Bahkan berdasarkan data, BOR kita 65%," terang Rita.

Penurunan tingkat keterisian tempat tidur itu bagi Rita sangat luar biasa. Pasalnya, pada awal Juli lalu, keterisian mencapai hampir 98%. "Makanya, penurunan BOR ini sangat luar biasa," pungkasnya.

Data hingga Selasa (27/7), angka konfirmasi covid-19 di Kota Sukabumi sebanyak 5.635 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 4.592 orang (81,5%) dinyatakan sembuh, 856 orang masih menjalani isolasi, dan 187 orang (3,3%) meninggal dunia. (OL-15)

Baca Juga

DOK MI

Diduga Depresi, Seorang Wanita Di Deli Serdang Bantai Keponakan Dan Gantung Diri

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 21:40 WIB
WARGA di Jalan Rajawali, Gg Gereja, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara digemparkan dengan penemuan dua mayat di...
AFP

BMKG Bantah Gelombang Panas Landa Sulut

👤Widhoroso 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 19:56 WIB
KOORDINATOR Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Molle...
MI/Wibowo

Ombudsman Banten Apresiasi Kapolda Banten Beri Hukuman Berat ke Brigadir NP

👤Wibowo S 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 19:32 WIB
KEPALA Ombudsman Banten Dedy Irsan mengapresiasi kerja cepat Kapolda Banten Irjen Dr. Rudy Heriyanto dalam melaksanakan perintah Kapolri...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya