Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 1.539,9 Ton beras bantuan pemerintah pusat untuk warga terdampak pandemi di masa PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) siap untuk dibagikan.
Gubernur Jambi Al-Haris berharap, bantuan beras PPKM yang diberikan oleh pemerintah pusat ini bermanfaat, dan membantu kondisi masyarakat Jambi paling terdampak pandemi saat ini. ''Setidaknya ini bisa membantu mengatasi masalah ekonomi masyarakat di Jambi,'' kata Haris, Kamis (22/7).
Dikatakannya, beras bantuan pusat itu akan diserahkan kepada 153.990 keluarga penerima manfaat (KPM), di 11 kabupaten kota di Jambi. Masing-masing KPM mendapatkan masing-masing 10 kilogram beras. ''Yang dibantu merupakan beras berkualitas medium dan sangat layak untuk dikonsumsi,'' tegas Haris.
Haris menjelaskan warga yang berhak sebagai penerima bangtuan beras PPKM mencakup dari Program Keluarga Harapan (PKH) (94.531 KPM) dan dari kelompok penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 59.459 KPM.
Untuk di Kota Jambi ada sebanyak 20.640 KPM yang akan menerimanya, di Kabupaten Muarojambi (15.452 KPM), Batanghari (16.837 KPM) dan di Kabupaten Tanjab Barat 15.364 KPM. Kemudian, di Kabupaten Tanjab Timur (12.152 KPM), Bungo (19.627 KPM), Tebo 13.395 KPM, Kerinci (13.669 KPM), Merangin (13.217 KPM), Kabupaten Sarolangun (16.991 KPM) dan di Kota Sungaipenuh sebanyak 5.646 KPM.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil Jambi Defrizal mengatakan, Pendistribusian bantuan beras PPKM tersebut dilakukan dalam waktu satu bulan. Namun Perum Bulog Kanwil Jambi manargetkan sebelum satu bulan bantuan beras PPKM tersebut sudah di terima seluruh KPM di Provinsi Jambi.
Untuk kelanjutannya Defrizal belum tahu, karena merupakan kewenangan pusat. Penyalurannya hanya untuk satu bulan dulu. Kamis (22/7) dimulai di Kota Jambi. (SL/OL-10)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved