Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PROTOKOL kesehatan pada masa pandemi harus terus dilakukan. Itu merupakan salah satu upaya penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif di masa yang akan datang.
Berbagai sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat akan terus dilakukan. Salah satunya oleh BUMN Holding Jasa Survei (HJS).
Komitmen itu diungkapkan sejumlah pejabat perusahaan itu melalui webinar kesehatan dengan tema : Tetap Sehat dan Selamat, Hadapi
Gelombang Kedua Covid-19.
Dialog secara daring itu dihadiri Direktur Utama PT Sucofindo Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M Haris Witjaksono, Dirut PT Biro Klasifikasi Indonesia Rudiyanto, jajaran Komisaris, direksi tiga BUMN dan undangan serta keluarga.
Tidak kurang dari 1.500 peserta yang bergabung dan antusias mengikuti acara berbagi pengetahuan bersama dokter Donny M Shalahuddin dan dokter Kartika Ningrum Muchtar Sp.KJ. Acara dipandu Ketua Health Safety Environment (HSE) Response Team dan Vice President Sucofindo Susetiorini Adiningsih.
Direktur Utama PT BKI Rudiyanto mengatakan, sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran virus covid-19 pada gelombang kedua di Indonesia. Hingga webinar ini diselenggarakan, menurut data, ada 2,42 juta kasus di Indonesia dan 63.760 pasien di antaranya meninggal dunia. Dalam sepekan angka kematian di Tanah Air mencapai rata-rata 500 jiwa.
"Dampak dari penyebaran covid-19 ini membuat Kementerian BUMN
menginstruksikan kepada seluruh BUMN untuk melakukan suatu langkah
tindakan pencegahan demi menekan dampak yang ditimbulkan. Webinar ini
akan membantu pegawai, tamu undangan, dan keluarganya untuk mendapatkan
perkembangan terkini mengenai penyebaran virus dan cara pencegahannya
dari sumber yang tepercaya," pesan Rudiyanto.
Walaupun Pandemi ini telah berlangsung lebih dari setahun, masih banyak
masyarakat Indonesia yang mempercayai dan menyebarkan pesan berantai
yang mengandung informasi salah atau hoaks.
"Penyebaran covid-19 ini cukup cepat dengan telah memakan banyak korban. Tidak bisa dihindari bahwa penyebarannya juga dibarengi dengan hoaks yang tersebar di channel- channel komunikasi yang sangat dekat dengan kita. Jangan sampai penyebaran berita bohong itu lebih cepat daripada berita yang seharusnya kita percaya kebenarannya. Informasi yang salah dapat menggiring kita kepada tindakan yang tidak benar. Lindungi diri kita dan keluarga dengan tidak mempercayai hoaks," sambung Mas Wigrantoro.
Selain melaksanakan webinar, sebagai upaya pencegahan Virus Corona,
ketiga BUMN HJS juga telah melakukan vaksinasi kepada pegawai dan orang
tua yang merupakan kelompok prioritas di sentra vaksinasi yang tersebar
di sejumlah kota.
"Penyebaran Virus Corona di gelombang kedua ini terasa berbeda dari gelombang pertama. Lebih banyak korban dan rasanya sangat cepat. Hari ini kita mencoba mengingatkan kembali kepada seluruh Insan HJS dan keluarga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan walaupun telah melaksanakan vaksinasi. Vaksinasi tanpa penerapan protokol kesehatan atau sebaliknya bisa berakibat fatal. Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, jaga kesehatan dan vaksinasi," ujar M Haris Witjaksono mengingatkan.
Penyebaran Virus Corona di Indonesia kini memasuki gelombang kedua
dengan angka kematian yang meningkat signifikan setiap hari. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor.
"Mutasi virus merupakan respon dari virus corona untuk bertahan hidup,
seperti yang dilakukan makhluk hidup lainnya dengan menyesuaikan diri. Namun, bukan mutasi virus yang menjadi penyebab utama cepatnya penyebaran korona. Mutasi ini menyebabkan virus lebih mudah menempel pada reseptor sel di saluran pernapasan dan pada organ tubuh yang menyebabkan lebih mudah terjadi peradangan, terutama saluran pernafasan. Faktor utama penyebaran mutasi-mutasi virus korona ini adalah pergerakan manusia tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Jadi kombinasi pergerakan manusia dengan varian baru menyebabkan angka kematian yang sangat signifikan," jelas dokter Donny.
Saat ini WHO telah mendeteksi setidaknya 10 varian virus korona yang
telah bermutasi. Varian mutasi virus Corona kemudian disusun berdasarkan nomenklatur Yunani disesuaikan dengan urutan kejadiannya, guna menghindari stigmatisasi terhadap suatu negara atau letak geografis dalam. Penyebutannya mulai dari varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, Epsilon, hingga Zeta, Eta, Theta, Iota dan Kappa.
"Seluruh dari varian ini pada umumnya menyebabkan gejala yang hampir
sama, sehingga untuk pencegahannya harus tetap dilakukan dengan
langkah yang sama yaitu, testing, tracing, treatment, memakai masker,
menjaga jarak, menjaga kebersihan, menjaga imunitas, mengobati komorbid, mengikuti vaksinasi serta memperhatikan durasi dan ventilasi di dalam ruangan saat pertemuan. Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah mematuhi aturan isolasi mandiri dengan memperhatikan gejala yang terjadi pada tubuh," sambung dokter Donny.
Sementara dokter Kartika menjelaskan terkait soal isolasi mandiri. Menurut dia, isolasi mandiri hanya dapat dilakukan orang dengan tanpa gejala atau gejala ringan.
"Harus diperhatikan bahwa ventilasi ruangan juga sangat penting untuk mengatur sirkulasi udara. Ruangan yang tertutup menyebabkan virus yang aktif lebih cepat menular ke penghuni lainnya. Alat yang penting untuk disediakan antara lain termometer untuk mengetahui suhu tubuh dan oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen. Perlu untuk melakukan beberapa kegiatan seperti berjemur dan berolahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh. Isolasi mandiri sebaiknya menghindari atau tidak keluar dari dalam ruangan yang telah ditentukan," jelasnya.
Dia mengingatkan pentingnya mengikuti vaksinasi yang telah
digelar pemerintah. "Saat ini pemerintah telah menggalakkan program vaksinasi bahkan untuk umur 12 tahun ke atas. Jika kita peduli
dengan keselamatan dan kesehatan kita, maka wajib untuk melakukan
vaksinasi yang akan membuat kita kebal terhadap penyebaran covid-19.
Jika beberapa orang mengalami efek samping setelah vaksinasi, maka itu
merupakan salah satu respon tubuh untuk membangun antibodi. Istirahat
yang cukup dan makan makanan bergizi akan membantu proses pemulihan dan
pembentukan antibodi," tandasnya. (N-2)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru untuk mengelola lahan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.
DI tengah melimpahnya sumber daya alam Kalimantan Timur, ironi justru mencuat dari wajah sosial masyarakatnya.
Saksi mahkota Kerry Adrianto Riza mengungkap Pertamina memperoleh manfaat hingga Rp 17 triliun dari penyewaan Terminal BBM OTM.
JARINGAN Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menolak rencana pemerintah untuk mengalihkan pengelolaan izin 28 perusahaan yang dicabut ke badan usaha milik negara (BUMN).
Disertasi yang dipertahankan Fathudin dalam meraih gelar Doktor Ilmu Hukum tidak sekadar berkontribusi pada pengembangan teori hukum administrasi negara.
Kejaksaan Agung menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memeriksa eks pejabat BUMN terkait dugaan kebocoran anggaran.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved