Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong peningkatan produktivitas perikanan tangkap dan perikanan budidaya di Kota Tual, Maluku. Dukungan sarana dan prasana, teknologi, hingga kebijakan akan diberikan untuk mendorong Tual menjadi salah satu kawasan perikanan terbesar di Indonesia bahkan dunia.
Menteri Trenggono kembali melakukan kunjungan kerja di Provinsi Maluku. Setelah pekan lalu mengunjungi Saumlaki dan Ambon, kali ini Menteri Trenggono meninjau Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual di Kota Tual, Selasa (29/6).
Didampingi Wali Kota Tual Adam Rahayaan dan sejumlah pejabat eselon 1 lingkup KKP, Menteri Trenggono berdialog serta melihat langsung hasil produksi para nelayan dan pembudidaya. Termasuk meninjau kapal-kapal ukuran besar yang sudah lama tidak beroperasi.
Baca juga: Keluarga Korban Keracunan Ikan Buntal di Sikka Keroyok Wartawan
"Sesuai yang saya bayangkan, Tual ini bisa menjadi pusat ekonomi, bursa perikanan dunia. Harapan saya begitu. Satu di sini, kemudian di Ambon dan Bitung kita akan hidupkan (sektor perikanannya)," ungkap Trenggono.
Tual memiliki posisi strategis dalam mendukung program nasional menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN). Selain sudah ada Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual di bawah naungan KKP, terdapat pelabuhan swasta yang perannya dapat dikolaborasikan untuk melayani kapal-kapal penangkap yang selama ini beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 714 dan 718.
Volume pendaratan ikan di PPN Tual tahun lalu mencapai 2.153 ton dengan nilai produksi Rp31,78 miliar. Sedangkan jumlah kunjungan kapal perikanan dalam setahun lalu hampir 800 kali, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 500-an kali.
Trenggono menambahkan, untuk mengoptimalkan peran PPN Tual dalam mendorong peningkatan produksi perikanan di Maluku, pihaknya akan melakukan perbaikan dan pembangunan sejumlah fasilitas. Seperti dermaga, kantor pelayanan terpadu, hingga pabrik es.
Melalui langkah tersebut, targetnya ekspor perikanan bisa dilakukan langsung dari Tual ke negara tujuan.
Selain subsektor perikanan tangkap, potensi perikanan budidaya di Kota Tual juga besar.
Menurut data pemda, beberapa komoditas budidaya yang saat ini dikembangkan meliputi rumput laut, kerapu, dan terbaru budidaya pembenihan teripang. Untuk volume yang terbesar rumput laut, dimana tahun lalu produksinya mencapai 7.800 ton dalam bentuk rumput laut basah.
Dukungan yang akan diberikan KKP, kata Trenggono, mulai dari pendampingan oleh tim unit pelaksana teknis (UPT) yang ada di Ambon dan Tual, hingga teknologi budidaya. Seperti teknologi kultur jaringan untuk peningkatkan volume dan kualitas produksi budidaya rumput laut.
"Yang pasti kita akan mendorong produktivitas nelayan dan pembudidaya lokal. Karena kita harapkan ekonomi masyarakat juga tumbuh dari sektor ini," pungkasnya.
Dalam kunjungan kerjanya di Tual, Menteri Trenggono juga melihat aktivitas bongkar ikan di pelabuhan dan meninjau pabrik pengolahan ikan teri milik masyarakat. (RO/OL-1)
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
KKP memastikan ketersediaan ikan hasil budi daya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Ia menegaskan akan meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak berulang dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap aktivitas nelayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved