Rabu 30 Juni 2021, 08:50 WIB

Keluarga Korban Keracunan Ikan Buntal di Sikka Keroyok Wartawan

Gabriel Langga | Nusantara
Keluarga Korban Keracunan Ikan Buntal di Sikka Keroyok Wartawan

MI/Gabriel Langga
Wartawan SCTV Yanuarius Arlino Welianto (jeket abu-abu) melaporkan kasus kekerasan di SPKT Polres Sikka, Selasa (29/6)

 

KEKERASAN terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini dialami wartawan televisi SCTV Yanuarius Arlino Welianto (30). Korban dikeroyok seusai meliput penguburan empat korban keracunan ikan buntal di Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (29/6).

Kepada mediaindonesia.com, Yanuarius Arlino Welianto atau biasa disapa Arnol menjelaskan, kejadian berawal sekitar pukul 10.00 Wita ia pergi menuju ke Desa Hoder untuk meliput penguburan empat jenazah korban keracunan ikan buntal. Sesampainya di sana, ia sempat mewawancarai keluarga korban dan mengikuti semua proses penguburan jenazah. Bahkan kata dia, ia sempat makan bersama di rumah keluarga para korban.

Usai liputan penguburan empat jenazah korban keracunan ikan buntal itu, ia pun langsung pamit meninggalkan rumah keluarga korban. Selanjutnya ia menggunakan motornya menuju ke Maumere.

Dalam perjalanan, tiba-tiba ia melihat sejumlah keluarga korban lainnya sedang merusak rumah pelaku yang memasak ikan buntal. Untuk itu, ia pun turun dari motornya untuk melakukan peliputan perusakan rumah pelaku yang dilakukan oleh keluarga korban.

Ia pun turun dari motor dan sambil memegang handphone. Tiba-tiba ada salah satu warga yang tidak dikenalnya langsung menunjuk dirinya. Kemudian, sejumlah massa langsung datang mengeroyoknya.

"Saya juga kaget. Mereka datang langsung keroyok. Saya hanya pasrah saja saat dipukul karena banyak orang sekali. Untung pada saat itu saya ada pakai helm. Jadi mereka pukul kepala saya kenal di helem," cerita Arnold, Rabu (30/6)

Ia pun mengaku sempat melihat salah satu keluarga korban hendak mengayunkan parang di badannya. Namun, beruntung ada salah satu warga langsung mencegah dan meminta dirinya untuk melarikan diri.

"Saya lihat ada salah satu keluarga korban mau potong saya dengan parang. Tapi ada satu warga menahannya dan minta saya untuk lari. Jadi saya langsung lari menggunakan motor," papar Arnol.

Selain dikeroyok, ungkapnya, handphone dan tasnya dirampas oleh warga hingga ia melarikan diri ke kantor Polisi. "Saya punya handphone dan tas dirampas oleh warga. Saya sudah laporkan kasus ini di SPKT Polres Sikka," tandas Arnol.

Pembina wartawan di Kabupaten Sikka, Karel Pandu menyayangkan tindakan kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan warga. Padahal yang bersangkutan sedang melaksanakan kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang.

"Saya minta pihak kepolisian segera menangkap para pelaku yang melakukan kekerasan terhadap wartawan," papar Karel Pandu. (OL-13)

Baca Juga: Konsumsi Ikan Buntal Empat Warga Sikka Meninggal, 6 Dirawat

Baca Juga

dok.ant

Vaksinasi di Jambi Dari Rumah ke Rumah, Forkopimda Apresiasi BINDA

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 09:10 WIB
BADAN Intelijen Negara Daerah (Binda) Jambi melakukan vaksinasi bagi masyarakat dan pelajar. Vaksinasi ini dilakukan di enam...
MI/Lilik Darmawan

Perisai Negara Jangkau Pelosok Hutan Lindungi Penyadap Pinus

👤Lilik Darmawan 🕔Jumat 03 Desember 2021, 08:55 WIB
MENJANGKAU peserta harus ke lapangan untuk memberitahukan bahwa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan itu sangat banyak...
dok.Ant

Terjerat Kasus Hukum, Jerinx Tetap Jadi Duta Narkoba Bali

👤Arnoldus Dhae 🕔Jumat 03 Desember 2021, 08:30 WIB
JERINX tetap menjadi duta Narkoba Bali dan tidak ada hubungannya dengan kasus hukum yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya