Rabu 16 Juni 2021, 23:20 WIB

Pekerjakan Anak, Empat Bos Kelab Malam di Sikka belum Ditahan

Gabriel Langga | Nusantara
Pekerjakan Anak, Empat Bos Kelab Malam di Sikka belum Ditahan

MI/Gabriel Langga.
Para pekerja anak di bawah umur dititipkan di Truk-F Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

 

ANGGOTA Subdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda NTT mengungkap kasus eksploitasi  17 anak di bawah umur. Mereka bekerja di kelab malam, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Sayangnya, empat bos pemilik kelab malam yakni berinisial A pemilik Bintang Pub, R pemilik Shasari Pub, F pemilik Libra Pub, dan P pemilik T.999 pub sampai saat ini belum dibekuk dan ditetapkan tersangka oleh Polda NTT. Empat bos pemilik kelab malam ini masih berkeliaran bebas di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna B saat dikonfirmasi mediaindonesia.com, Rabu (16/6), enggan berkomentar terkait hal itu. Padahal ia sudah membaca pesan WhatsApp mediaindonesia.com yang dikirim sekitar pukul 17.45 Wita.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sikka, Pudja Gapo, menyayangkan sikap kepolisian yang tidak menahan para pemilik kelab malam yang telah mempekerjakan anak di bawah umur. "Ini kan membiarkan para pelaku tanpa ada kepastian hukum. Kenapa tidak ditahan malam itu? Padahal para pelaku juga ada di lokasi. Ini kami sayangkan. Para pelaku usaha pub telah melanggar Pasal 88 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang dugaan pidana eksploitasi terhadap anak," ujar dia.

Meski begitu, ia memberikan apresiasi kepada Polda NTT yang telah membongkar kasus mempekerjakan anak di bawah umur. KBagi dia, langkah dari Polda NTT ini memberikan sinyal bahwa kasus-kasus terhadap anak cukup marak terjadi di Kabupaten Sikka.

 

Sebanyak 17 korban pekerja anak di bawah umur yang kena razia dari Polda NTT telah dititipkan di Kantor Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRUK)  Maumere sejak Selasa (15/6) malam. Para korban yang dititipkan ini merupakan warga dari Provinsi Jawa Barat. Rencananya, mereka akan dipulangkan ke daerah asalnya di Provinsi Jawa Barat. (OL-14)

 

Baca Juga

Dok MI

Hoaks Hambat Penanggulangan Covid-19 di Jateng

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 09:00 WIB
Musuh saat pandemi tidak hanya covid-19 tetapi juga kelompok masyarakat yang tidak percaya virus ini dan menebarkan ketidakpercayaan mereka...
Ist/Pemprov Jateng

Ganjar Apresiasi Mahasiswa Peduli Warga Terdampak Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 08:51 WIB
Rupanya mahasiswa Polines sedang menggelar aksi sosial memborong dagangan dari pedagang kaki lima untuk kemudian dibagikan kepada...
Ist

Sebanyak 77 Ribu Pelanggan di Babel Nikmati Stimulus Listrik

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 21:14 WIB
Sebanyak 77.055 pelanggan tersebut terdiri dari pelanggan rumah tangga subsidi daya 450 VA sebanyak 35.140 pelanggan dan rumah tangga...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pemerintah Afghanistan Hadapi Krisis Eksistensial

 Laporan SIGAR menggarisbawahi kekhawatiran pasukan Afghanistan tidak siap untuk melakukan pertahanan yang berarti

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya