Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tasikmalaya telah memberikan santunan untuk keluarga korban atlet sekolah sepak bola (SSB) Putra Junior yang telah meninggal dunia tersambar petir di Lapangan Gunung Kialir, Kecamatan Cibeureum, Jumat (11/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian yang terjadi, telah mengakibatkan dua atlet meninggal dunia.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, pemerintah turut berduka cita atas meninggalnya dua atlet di sekolah sepak bola (SBB) Putra Junior dan keluarga bisa menerima musibah ini dengan ikhlas dan sabar. Bantuan yang diberikannya, karena beberapa hari terakhir sedang berada di luar kota karena tugas.
"Saya atas nama pribadi dan pemerintah Kota turut belasungkawa atas meninggalnya dua atlet yang tersambar petir saat sedang latihan sepak bola dan kami meminta maaf karena baru sekarang bisa mendatangi dua keluarga. Bantuan yang diberikannya berupa beras dan uang, dan mudah-mudahan bisa meringankan beban keluarga korban ditinggalkan apalagi kedua memiliki tiga dari dua bersaudara," katanya, Minggu (13/6/2021).
Baca Juga: Dua Atlet Sepak Bola di Tasikmalaya Meninggal Disambar Petir
Ia mengatakan, pemerintah daerah membantu masyarakat yang terkena musibah menjadi suatu kewajiban yang diberikan hanya bersifat stimulan dan diharapkan bantuan yang telah diberikan untuk membantu meringankan beban dan dapat dimanfaatkan. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dengan langsung mengunjungi dan memberikan kepada dua keluarga korban di Kampung Cilingga, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi dan Kampung Gunung Ceuri, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung.
"Pemerintah daerah sudah menjadi kewajiban ketika ada masyarakat yang terkena musibah tetap harus membantu tapi sifatnya stimulan diberikan. Karena, bantuan tersebut selama ini bentuknya perhatian pemerintah daerah pada masyarakat dan mudah-mudahan bencana ini tidak kembali terjadi tetapi masyarakat harus waspada terutama cuaca sekarang ini tidak menentu," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, dua atlet sepak bola bernama Muhamad Rian Cahya, 15, warga Cilingga, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi dan Muhamad Zaki Zulfikar Zanneti, 14, warga Gunung Ceuri, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUD dr Soekardjo tapi nyawanya tidak tertolong.
Sebelum kejadian itu terjadi keduanya tengah main sepakbola bersama temannya di Lapang Gunung Cialir, Kecamatan Cibeureum, Jumat (11/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, hujan turun disertai petir hingga menyambar pemain di tengah lapangan dan menyebabkan kedua korban tergeletak dekat pinggir gawang.
Seorang saksi mata, Lili, 55, warga setempat mengatakan, hujan deras disertai petir yang terjadi sore hari secara langsung menyambar kedua pemain sepakbola yang tengah latihan dan keduanya dilarikan ke RSUD dr Soekardjo. Akan tetapi, kedua korban posisinya berada di lapangan hingga tergeletak dengan luka bakar tetapi pemain lainnya langsung memberikan pertolongan.
"Kami melihat para pemain sedang melakukan latihan sepakbola di tengah lapangan namun setelah hujan turun petir menyambar kedua korban yang masih berada di dekat gawang. Keduanya, tergeletak dan dilarikan ke rumah sakit umum dibantu pemain lainnya," katanya, Jumat (11/6/2021).
Kedua orang pelajar SMP tersebut merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Eni dan Heri, warga Kampung Cilingga dan Syarif Fulloh, Hendrayati, warga Gunung Ceuri. Akan tetapi, keduanya sudah dibawa ke rumahnya di dua lokasi berbeda rencananya pada malam ini akan dimakamkan.
Coach Nanang Mulyana, 35, mengatakan, dua korban yang tersambar petir dinyatakan telah meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD dr Soekardjo untuk mendapatkan penanganan medis. Kejadian tersebut, terjadi di Lapangan sepakbola di saat 8 orang tengah melakukan latihan yang tergabung dalam putra junior.
"Awalnya, delapan orang melakukan latihan di Lapangan bola Gunung Kialir tetapi kondisinya turun hujan disertai petir tersebut dan semua rencana akan menghentikan pelatihan namun setelah mereka akan ke pinggir lapangan dua orang yang masih berada di dekat gawang malah tersambar petir. Kedua korban tersebut langsung tergeletak dan tidak sadarkan diri," ujarnya. (AD/OL-10)
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Program gerakan pangan murah (GPM) menyediakan beras SPHP Rp57.500 kemasan 5 kg, minyak goreng Rp15 ribu per liter, daging sapi Rp140 ribu kg, daging ayam Rp54 ribu per 2 kg.
Berkurangnya anggaran itu berdampak pada pembangunan di 10 kecamatan yang harus dihitung ulang.
Kegiatan GPM ini mendapatkan subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Tasikmalaya
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diketahui melakukan alih fungsi lahan baku sawah (LBS) mencapai 500 hektare setiap tahunnya dan mengubahnya menjadi kawasan hunian.
Tidak hanya menutupi badan jalan, material longsor tersebut juga menimpa Jembatan Gantung Tonjong, sehingga akses bagi pengendara motor, mobil, maupun pejalan kaki lumpuh total.
Intip keseruan ILLIT dan CORTIS saat menyambut kepulangan atlet Korea Selatan dari Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 di Blue House, Seoul.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan KONI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di sektor olahraga.
TNI akan terus mendukung prajurit yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa melalui jalur olahraga.
Dengan adanya dana pensiun, para pejuang olahraga diharapkan memiliki jaminan finansial yang lebih stabil saat memasuki masa purnatugas.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bonus bagi atlet berprestasi SEA Games ke-33 Thailand. Ia berpesan dana tersebut dijadikan tabungan, bukan sekadar upah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved