Kamis 10 Juni 2021, 15:56 WIB

Selama Pandemi, 64 Ribu Anak Bawah Umur Ajukan Dispensasi Nikah

Dwi Apriyani | Nusantara
Selama Pandemi, 64 Ribu Anak Bawah Umur Ajukan Dispensasi Nikah

MI/Seno
Ilustrasi pernikahan di bawah umur

 

ANGKA pernikahan di bawah umur meningkat selama pandemi covid-19 terjadi di Indonesia. Bahkan berdasar data dari Kementerian Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) RI, angka dispensasi kawin mengalami kenaikan menjadi 64 ribu orang.

Kondisi tersebut menunjukkan banyak pasangan baru di bawah usia 19 tahun yang melangsungkan pernikahan.

"Angka dispensasi kawin ini kan sudah dinaikkan. Dari usia 16 tahun menjadi minimal 19 tahun. Artinya masih ada yang anak di bawah umur yang dimohonkan untuk menikah," ujar Asisten Perlindungan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Rofika usai menghadiri Dialog Menteri PPPA, Gubernur, Para Pemerhati Perempuan di Provinsi Sumsel tentang Perlindungan Hak Perempuan di Hotel Arista Palembang, Kamis (10/6).

Menurutnya, situasi Pandemi membawa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi lebih kompleks. Situasi pembelajaran daring membuat pengawasan dan pola pengasuhan pada anak menjadi buruk.

Selain itu, perekonomian yang memburuk membuat tingkat kekerasan pada perempuan dan anak menjadi lebih tinggi.

"Stres masalah ekonomi dibawa ke dalam rumah. Sehingga timbul kekerasan," ucapnya.

Baca juga: Pernikahan di Bawah Umur Langgar Hak Asasi Manusia

Sementara itu, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan Pidana Perdagangan Orang Rafael Lakitan menuturkan Kementerian PPPA saat ini terus meningkatkan jumlah rumah perlindungan bagi perempuan dan anak di sektor pekerja.

Untuk sektor industri telah dibangun lima unit rumah perlindungan. Sumsel yang identik dengan sektor perkebunan juga telah membuat satu unit rumah yang beberapa hari lalu diresmikan.

"Sumsel jadi pilot project untuk sektor perkebunan. Bu Menteri telah resmikan di perkebunan Hindoli Muba. Di sana ada empat ribu pekerja
dengan tenaga pekerja perempuan berjumlah dua ribuan," terangnya.

Jumlah yang cukup besar membuat keberadaan perempuan di sektor tersebut cukup rentan dengan kekerasan. Keberadaan rumah perlindungan diharapkan dapat memberikan akses perlindungan dan pendampingan bagi perempuan dan anak jika tersandung kasus.

"Kami telah membuat regulasi melalui Permen No 1 Tahun 2020 tentang perlindungan perempuan dan anak di sektor kerja. Kita berharap ada komitmen tinggi dari perusahaan untuk membentuk rumah perlindungan ini," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/HO/Novi A

Kemenhub Minta Polisi Usut Operator Truk Tronton yang Kecelakaan di Balikpapan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 21 Januari 2022, 18:08 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi meminta kepolisian mengusut pihak yang terlibat dalam...
ANTARA FOTO/HO/Novi A

Kemenhub Sebut Kecelakaan Truk Tronton di Balikpapan karena Rem Blong

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 21 Januari 2022, 18:02 WIB
Penyelidikan sementara penyebab kecelakaan truk tronton yang menabrak belasan kendaraan di Muara Rapak Balikpapan, Kalimantan Timur, pada...
DOK MI

Buntut Vaksinasi Kosong, Dinkes Sumut Perketat Pengawasan Vaksinator

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 21 Januari 2022, 17:53 WIB
DINAS Kesehatan Provinsi Sumatera Utara akan memerketat pengawasan terhadap para tenaga kesehatan yang bertugas dalam pelaksanaan vaksinasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya