Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SETAHUN belakangan, omzet pedagang pasar desa di Denpasar, Bali menurun. Selain pandemi covid-19 juga diperparah munculnya pedagang dadakan yang menjamur baik di pinggir jalan maupun membuka lapak bongkar pasar, dan di dalam mobil. Forum Pengelola Pasar Desa di Kota Denpasar pun menyampaikan aspirasi mereka ke Wali Kota Denpasar.
Kepada Wali Kota Denpasar, Ketua Forum Pengelola Pasar Desa Kota Denpasar, Nyoman Suarta mengatakan, omzet pedagang di pasar desa atau pasar tradisional ini terus merosot akibat pandemi dan banyaknya pedagang dadakan di pinggir jalan.
"Jualan pedagang dadakan ini pun hampir sama dengan jualan pedagang di pasar desa mulai dari pisang, janur pepaya, kelapa, telur, daging hingga tisu. Mereka berjualan di pinggir jalan hampir di seluruh sudut kota hingga di perkampungan. Pembelinya masyarakat sekitar dan orang yang lewat. Jadi orang tidak lagi ke pasar desa atau pasar tradisional. Habislah omzet kita," kata Suarta, Jumat (7/5).
Dengan banyaknya pedagang di pinggir jalan ini, masyarakat memilih berbelanja di pinggir jalan ketimbang ke pasar desa. Bahkan beberapa pedagang di pinggir jalan ini berani menjual dagangan lebih murah daripada di pasar desa.
"Masyarakat kebanyakan memilih pedagang dadakan yang jaraknya dekat dengan mereka, sehingga yang berbelanja ke pasar desa semakin menurun. Rata-rata 90 persen pedagang yang berjualan di pasar desa adalah penduduk asli setempat. Mereka hanya bergantung di sana saja. Adanya pedagang dadakan, penghasilan mereka menurun," lanjut Suarta.
Selain itu, pedagang desa juga kena retribusi dan sewa los atau kios akan semakin mengurangi penghasilan mereka. Sementara pedagang yang berjualan di pinggir jalan tak kena apa-apa dan juga melanggar ketertiban serta berbahaya bagi pengendara, pedagang maupun pembeli.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara berjanji akan segera menindaklanjuti hal tersebut. Pihaknya akan meminta OPD terkait melakukan pendataan terhadap pedagang dadakan yang berjualan di pinggir jalan.
"Kami akan meminta Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Bagian Hukum untuk melakukan pendataan," kata Jaya Negara.
Pihaknya mengaku tidak bisa melarang begitu saja mereka berjualan di pinggir jalan, namun juga harus mencarikan solusi.
"Kami tidak melarang begitu saja mereka berjualan. Di sisi lain kami juga tidak bisa membiarkan kondisi ini terus berlanjut karena disamping melanggar juga berbahaya," lanjutnya.
baca juga: Bali
Setelah melakukan pendataan, pihaknya akan mengarahkan pedagang-pedagang dadakan tersebut ke pasar-pasar desa maupun pasar yang dikelola Perumda Pasar. Sehingga dengan solusi tersebut, akan tercipta ketertiban dan tidak menimbulkan kecemburuan antara pedagang pasar dengan pedagang dadakan.
"Jika nanti setelah dilakukan pendataan dan diarahkan berjualan ke dalam areal pasar, ternyata masih ada yg membandel berjualan di pinggir jalan terpaksa akan ditertibkan," tegasnya. (OL-3)
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero memastikan kesiapan sistem kelistrikan di Bali menjelang dua momen besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Prestasi ini sekaligus memperpanjang rekor kemenangan Bali yang tidak terputus sejak pertama kali penghargaan Readers' Choice Awards DestinAsian diselenggarakan.
Basarnas Bali gelar Siaga SAR Khusus Lebaran 2026 selama 17 hari. 140 personel disiagakan di pelabuhan, bandara, dan objek wisata untuk antisipasi darurat.
Larangan ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk agen travel, komunitas pencinta alam, hingga pendaki mandiri
Pengembangan kawasan hunian di Bali mulai bergerak ke arah yang lebih luas dari sekadar pembangunan properti.
Untuk memudahkan pengurusan, Imigrasi Bali juga membuka pelayanan pengajuan ITKT di seluruh kantor imigrasi di Bali tanpa dibatasi domisili.
Informasi kejadian diterima pada pukul 12.10 Wita dari warga bernama Kojek kepada petugas BPBD Kota Denpasar. Dalam laporan disebutkan identitas korban atas nama I Made Wirya (65).
Usia ke-238 menjadi mata rantai penting perjalanan Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang terus tumbuh sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Fokus utama petugas adalah area persimpangan jalan dan lampu lalu lintas (traffic light) yang kerap menjadi pusat kerumunan para pencari sumbangan.
Persembahyangan tahunan untuk memuja Dewa Siwa ini menjadi momentum perenungan dan introspeksi diri umat Hindu pada Januari 2026.
Satpol PP Kota Denpasar kembali menggelar aksi penertiban intensif terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), pengamen, hingga badut yang kerap beroperasi di persimpangan jalan.
Penanganan sampah di ibu kota Bali tersebut kini difokuskan pada skema Tiga Zona Utama, yakni pengelolaan di sektor hulu, tengah, dan hilir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved