Selasa 04 Mei 2021, 13:35 WIB

Empat Pekerja Migran yang Pulang ke Jatim Positif Covid-19

Faishol Taselan | Nusantara
Empat Pekerja Migran yang Pulang ke Jatim Positif Covid-19

dok.mi
Ilustrasi

 

TIM Satgas Covid 19 Jawa Timur menemukan sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Jawa Timur, dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes usap sesampainya di Bandar Udara Juanda Surabaya.

"Begitu dinyatakan positif, mereka langsug masuk ruang isolasi di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya," kata Kepala RSLI Surabaya.Laksamana Pertama dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara di Surabaya, Selasa (4/5).

Dari data yang masuk ada empat PMI yang datang dari Malaysia dan dinyatakan positif Covid-19 sedang menjalani perawatan isolasi di rumah sakit yang dia pimpin hingga Senin (3/5).

Nalendra menjelaskan, tadinya empat PMI itu berangkat terpisah dari negara tempat mereka bekerja. Seluruhnya telah menjalani tes usap di bandara asal. Saat itu, hasil tes menyatakan mereka negatif Covid-19.

Namun, saat tiba di Bandara Juanda Surabaya, keempatnya tetap dibawa ke Asrama Haji Surabaya untuk menjalani karantina selama dua hari sembari menunggu hasil tes usap ulang. Hasil tes usap menunjukkan, keempat orang PMI itu positif Covid-19.

"Setelah terkonfirmasi positif mereka langsung dikirim ke RSLI untuk segera ditangani," kata Nalendra.

Berdasarkan data RSLI salah satu orang PMI itu yang berjenis kelamin laki-laki dikirim ke RSLI Jumat (30/4) lalu. Sedangkan tiga lainnya
dikirim ke RSLI pada Sabtu (1/5).

Nalendra mengatakan, empat PMI Malaysia yang positif Covid-19 itu menjalani isolasi dalam ruangan khusus. Untuk pasien laki-laki, ditempatkan di ruang Neptunus dan pasien perempuan di Saturnus.

Menurutnya, pemisahan itu bertujuan untuk memonitoring dan mengawasi kondisi keempat PMI itu secara ketat selama proses pemulihan dan menghindari kemungkinan penularan virus di tempat umum. Tidak hanya menjalani perawatan isolasi, di RSLI Surabaya keempatnya juga dipastikan mendapatkan pendampingan psikologis. Karena sudah tentu mereka terkejut dengan situasi yang sedang dihadapi.

"Pemisahan ruangan ini terkait dinamika virus yang ada pada tubuhnya. Juga menjadi upaya untuk mencegah (virus) supaya tidak menimbulkan dampak yang lebih luas," ujarnya.

Selain itu, tujuan pemisahan ruangan keempat pasien PMI di RSLI juga untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus Corona mutasi baru. Sampel hasil usap keempatnya segera dikirim ke Balitbangkes.

Nalendra pun menegaskan, protokol kesehatan (prokes) secara ketat masih menjadi senjata terampuh menghadapi Covid-19. Dia mengingatkan hal itu kepada masyarakat di Jatim dan di mana pun.

"Jangan sampai (virus penyebab) Covid-19 yang dibawa dari luar negeri dengan varian baru dan lebih berbahaya yang kita khawatirkan selama ini menyebar di Jawa Timur," ujarnya. (OL-13)

Baca Juga: MK: Parpol yang Lolos di Parlemen Cukup Verifikasi Administrasi

 

Baca Juga

ANTARA/Raisan Al Farisi

Sengketa Ketenagakerjaan, PT Masterindo Jaya Abadi Ajukan Kasasi

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 12 Mei 2021, 22:55 WIB
Perusahaan sudah mengajukan kasasi ke MA karena ada diktum yang tak...
Antara

Jelang Lebaran, 431 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatera

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Mei 2021, 21:36 WIB
Hingga Selasa (11/05), tercatat total 519 kendaraan yang diputarbalikan dari 3.840 kendaraan yang...
ANTARA

Cegah Kerumunan Bandung Mulai Menutup Jalan Raya, Ini Daftarnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 20:04 WIB
Berbagai ruas jalan raya di Kota Bandung, Jawa Barat mulai ditutup pada malam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah untuk mencegah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya