Senin 03 Mei 2021, 12:57 WIB

Kalsel Alami Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Alami Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Dok Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat mengecek gudang pupuk di Kalimantan Selatan tahun 2020.

 

PARA petani di Provinsi Kalimantan Selatan mengeluhkan kondisi kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah tersebut. Pupuk bersubsidi jenis NPK dan urea yang masuk ke Kalsel hanya separuh dari kebutuhan para petani. Kondisi kelangkaan pupuk ini semakin menambah penderitaan petani setelah sebelumnya merugi akibat bencana banjir besar pada awal tahun yang melanda 11 kabupaten/kota di Kalsel. Bencana banjir menyebabkan lebih dari 121 ribu hektar lahan pertanian terdampak banjir dengan nilai kerugian hingga Rp216 miliar.

"Kami cukup prihatin dengan apa yang dialami petani di Kalsel. Setelah bencana banjir besar kini mereka menghadapi masalah kelangkaan pupuk," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, Minggu (2/5).

Data Dinas Pertanian Kalsel kebutuhan pupuk NPK di Kalsel sebesar 6000 ton dan urea 3000 ton. Namun jumlah pupuk yang masuk baru separuhnya. Di lapangan diketahui harga pupuk bersubsidi mengalami kenaikan dan barangnya susah ditemukan.

Menurut Syamsir ada beberapa faktor yang menyebabkan kelangkaan pupuk antara lain kouta pengadaan pupuk dari APBN dikurangi dari Rp13 triliun menjadi Rp7 triliun dikasih ke Kementerian Pertanian. Dengan anggaran hanya setengahnya ini  maka tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan pupuk petani.

"Ini kebijakan pusat. Namun kita meminta refocusing anggaran di sektor pertanian jangan disamakan dengan sektor lain demikian juga di daerah," tutur Syamsir.

baca juga: Pupuk Bersubsidi

Pada bagian lain hasil pertemuan Menteri Pertanian dengan Komisi IV DPR RI terungkap, ada beberapa kabupaten yang tidak membuat SK kebutuhan pupuk, sehingga berpengaruh pada penentuan kuota pupuk nasional. Kondisi kelangkaan pupuk ini juga rentan disebabkan adanya praktek penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi akibat disparitas harga. Harga pupuk bersubsidi satu sak isi 50 kg Rp80 ribu. Karena itu pihaknya berharap, praktek penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi ke industri perkebunan sawit dapat ditangani tim pupuk dan pestisida. (OL-3)

 

 

Baca Juga

Medcom

Polisi Duga MIT Poso Bunuh Dua Petani

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 12 Mei 2021, 11:26 WIB
"Diperkirakan pelakunya adalah kelompok MIT karena saksi mengatakan pada saat datang ada yang dikenal, salah satunya DPO MIT yaitu...
Dok Din Jaya

Bawaslu Kalsel Tindaklanjuti Kasus Survei SMRC

👤Denny Susanto 🕔Rabu 12 Mei 2021, 10:43 WIB
Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan menindaklanjuti laporan kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Calon Gubernur Denny Indrayana...
Dok Humas Polda Maluku Utara

Polda Maluku Utara Larang Warga Pawai Takbiran

👤Hijrah Ibrahim 🕔Rabu 12 Mei 2021, 10:39 WIB
Untuk mencegah terjadinya kerumunan, Kepolisian Daerah Polda Maluku Utara melarang masyarat di 10 kabupaten Kota di Maluku Utara pawai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya