Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, Titik Panas Mulai Muncul di Kalsel

Denny Susanto
03/4/2026 15:47
Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering, Titik Panas Mulai Muncul di Kalsel
Upaya penyiraman titik panas di Kalimantan Selatan (Kalsel).(Dok. BPBD Kalsel)

MUSIM kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal pada bulan April-Mei di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Cuaca kering memicu munculnya titik panas (hot spot) di Kalsel.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, pada Diseminasi Informasi Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa musim kemarau tahun 2026 di Kalimantan Selatan diprediksi datang lebih awal dengan karakteristik lebih kering dibandingkan kondisi normal. 

Berdasarkan prediksi BMKG, untuk wilayah Kalimantan Selatan, awal musim kemarau diperkirakan mulai terjadi sejak April hingga Mei 2026. “Tiap wilayah tidak bersamaan memasuki awal musim kemarau. Di Kalimantan Selatan, sebagian wilayah mulai pada April dan sebagian lainnya pada Mei,” ujarnya.

Kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dengan durasi cukup panjang, sehingga pemerintah daerah atau pemangku kepentingan agar menyiapkan langkah kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan, seperti kekeringan, keterbatasan sumber daya air, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Terkait hal ini Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Roni Eka Saputra, Jumat (3/4) mengatakan saat ini dibeberapa wilayah Kalsel mulai muncul titik panas. "Belum ada karhutla yang terjadi, tetapi titik panas mulai muncul sehingga perlu kita waspadai bersama," ungkapnya.

BPBD Kalsel telah mengambil langkah mitigasi antara lain menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan terjadinya kekeringan dan karhutla kepada BPBD seluruh kabupaten/kota, koordinasi dan pelatihan tenaga kebencanaan serta peralatan penanganan bencana hingga mengaktifkan patroli di daerah rawan karhutla. Kemudian patroli karhutla diprioritaskan pada wilayah rawan karhutla terutama areal lahan gambut di daerah ring satu Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru. 

Jika kawasan gambut mengering maka, pintu air irigasi yang berhulu di waduk Riam Kanan akan dibuka untuk membasahi kanal-kanal dan kawasan lahan gambut. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya