Minggu 25 April 2021, 04:20 WIB

Balikpapan Waspadai ABK Kapal India dan China Terkait COVID-19

Antara | Nusantara
Balikpapan Waspadai ABK Kapal India dan China Terkait COVID-19

ANTARA FOTO/Ampelsa
Ilustrasi kapal asing

 

SATGAS Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan meningkatkan kewaspadaan di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau, khususnya terkait kedatangan kapal dari India dan China setelah ditemukannya enam warga India yang terpapar COVID-19 di Kota Samarinda,

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan Wali Kota Rizal Effedi di Balikpapan, Sabtu mengatakan awak kapal dari India dan China yang paling diwaspadai, terutama lagi awak kapal pengangkut batubara.

Apalagi, kata dia, di India saat ini kasus COVID-19 kembali merebak yang membuat ribuan orang terpapar.

“Batu bara kita kan diekspor ke India, juga China. Satu cara mengangkutnya mereka kirim kapalnya ke sini untuk dimuati batubara. Nah itu yang kita waspadai,” ujar wali kota.

Apalagi pemuatan batubara ke kapal dari stockpile bisa memakan waktu beberapa hari, dan sementara itu awak kapal turun ke darat.

Baca juga: Koalisi LSM Sebut Pemerintah Abaikan Vaksinasi Kelompok Prioritas

Menurut Wali Kota Rizal, Satgas COVID-19 Balikpapan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) benar-benar mewaspadai hal tersebut.

Seperti diberitakan, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II A Samarinda Solihin mengkonfirmasi ada enam warga India kini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Samarinda karena positif terpapar COVID-19.

Para anak buah kapal (ABK) India itu diketahui terpapar setelah satu ABK mengeluh sakit yang segera diperiksa oleh Tim KKP.

“Hasil swab positif dan segera kami tracing pada yang lain. Ternyata lima yang lain juga positif,” kata Solihin.

Mengetahui hal itu, keenamnya segera diungsikan ke darat dan menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit.

Untuk sementara pemuatan batubara ke kapal kargo curah itu juga dihentikan sampai kapal dinyatakan aman kembali.

Di sisi lain, sebagaimana pemerintah pusat melarang aktivitas mudik, demikian juga Pemkot Balikpapan. Pelabuhan Semayang dan Bandara Sepinggan adalah dua pintu keluar untuk mudik yang biasanya mulai ramai sejak 2 pekan sebelum Idul Fitri dan mencapai puncaknya pada tiga atau dua hari sebelum Idul Fitri.

“Tapi tahun ini, sebagaimana juga tahun lalu, kami melarang masyarakat mudik agar tidak terjadi ledakan penularan kasus COVID-19 ini,” kata Wali Kota Rizal Effendi.(OL-4)

Baca Juga

dok @ridwankamil

Dua Pejabat Indramayu Segera Disidangkan Terkait Korupsi Alun-Alun Jatibarang

👤Nurul Hidayah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:42 WIB
DUA pejabat Kabupaten Indramayu yang tersangkut kasus dugaan korupsi pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) alun-alun di Kecamatan...
ANTARA FOTO/Irfan Anshori

Pacar Almarhumah Novia Widyasari Dipecat dari Kepolisian

👤Reporter: Sri Rusdiyanto/Penulis: MUHARDI 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:36 WIB
Tersangka kasus pemaksaan aborsi terhadap Novia Widyasari dipecat dari kesatuan Polri. Hasil sidang kode etik, Bripda Randy mendapat sanksi...
MI/Dwi Apriani

Pemprov Sumsel Pastikan Stok Minyak Goreng Satu Harga Aman

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 27 Januari 2022, 17:30 WIB
 DARI distributor ke ritel atau pedagang setidaknya butuh waktu semingguan untuk stok yang ada bisa stabil. Jadi diharapkan masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya