Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung (Babel), jumlah bayi lima tahun (Balita) berusia 1-4 Tahun yang terpapar Covid-19 hingga saat ini mencapai 293 anak.
Juru bicara penanganan covid-19 Provinsi Babel, Andi Budi Prayitno mengatakan, data terkini untuk kasus positif covid-19 di Babel mencapai 10.490 kasus. Dengan jumlah kesembuhan mencapai 9.427 orang. Untuk yang meninggal 173 orang.
Dari 10.490 kasus tersebut berdasarkan kelompok umur, untuk usia 1 tahun kebawah ada 42 orang sedangkan usia 1-4 tahun sebanyak 251 orang.
"Jadi total untuk anak-anak dari usia satu tahun kebawah hingga 4 tahun mencapai 293 orang," kata Andi, Rabu (14/4).
Selain itu, untuk kelompok umur 5-14 tahun sebanyak 1.018 orang, usia 15-18 tahun atau usia remaja sebanyak 864 orang.
"Paling banyak yang terapapar kelompok usia 20-44 tahun sebanyak 5.256 orang, usia 45-54 tahun sebanyak 1.470 orang, usia 55-69 sebanyak 1.240 orang sedangkan untuk usia lanjut di atas 70 tahu sebanyak 232 orang,"ujarnya.
Ia menambahkan, untuk jenis kelamin yang banyak terpapar Covid-19 di Babel adalah Perempuan sebanyak 5.326 orang atau sekitar 51,35 persen sedangkan laki-laki 5047 orang atau sekitar 48,65 persen.
Selain itu, hingga hari ini pasien yang terpapar Covid-19 kembali bertambah sebanyak 117 orang. Tersebar di Kota Pangkalpinang 38 orang, Kabupaten Bangka 19 orang, Kabupaten Bangka Tengah lima orang, Kabupaten Bangka Barat 22 orang, Kabupaten Bangka Selatan delapan orang, Kabupaten Belitung 19 orang, dan Kabupaten Belitung Timur enam orang.(OL-13)
Baca Juga: Ramadan-Idul Fitri, BI Siapkan Uang Baru Sebesar Rp151,14 Triliun
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Kondisi emosional adalah faktor penentu utama kemampuan anak dalam menyerap pelajaran.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Anak-anak harus dibekali dengan kemampuan untuk bersikap asertif. Hal ini bertujuan agar anak mampu menjaga batasan dirinya dalam relasi sosial.
Reaksi pertama orangtua saat mengetahui anak mereka dirundung akan sangat menentukan proses pemulihan mental sang anak.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved