Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES vaksinasi untuk lansia di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) terus dilanjutkan selama Ramadan. Namun, skrining akan lebih diperketat. Vaksinasi khusus untuk lansia dipusatkan di GOR Satria Purwokerto sudah mencapai 6.505 orang.
Kepala Dinkes Banyumas Sadiyanto mengatakan sesuai dengan arahan pemerintah pusat, vaksinasi pada Ramadan tetap dilanjutkan.Dinkes akan melakukan skrining ketat.
"Vaksinasi di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa, namun demikian kami akan melakukan skrining ketat. Sebab, saat puasa mempengaruhi kebugaran tubuh, sehingga sebelum divaksin harus benar-benar dipastikan kesehatannya," jelas
Sadiyanto, Selasa (13/4).
Menurut Sadiyanto, skrining yang diperketat bertujuan untuk meminimalkan risiko. Jika memang tidak memungkinkan bagi seseorang untuk divaksin, maka prosesnya ditunda terlebih dahulu. "Kalau memang tidak masalah, maka bisa lanjut vaksin. Jika tidak, maka ditunda," ujarnya.
Dikatakan oleh Kepala Dinkes, ada wacana juga vaksinasi pada malam hari. Salah satu rencananya dilaksanakan sehabis salat Tarawih di puskesmas. Namun, nantinya akan menyesuaikan dengan jadwal piket nakes. Hingga kini, vaksinasi lansia sudah mencapai 6.506 warga. "Vaksinasi akan terus dilanjutkan," jelasnya. (OL-13)
Baca Juga: Buoy di Selatan Malang Merespons Baik Saat Gempa 10 April Lalu
Produksi dahak yang minim pada lansia serta penggunaan antibiotik yang luas sebelum diagnosis sering kali menghambat identifikasi agen penyebab.
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Di Indonesia, fenomena employee-caregivers atau karyawan yang merangkap sebagai pengasuh orang tua di rumah menjadi tantangan unik.
Biasanya kalau di tempat ramai, dia (lansia) itu sudah merasa enggak bisa (mendengar). Itu disebut sebagai cocktail party deafness.
Penurunan fungsi pendengaran sering dianggap sebagai konsekuensi alami dari pertambahan usia.
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved