Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Tantangan Pneumonia pada Lansia: Mewaspadai Bakteri Langka E. cloacae

M Iqbal Al Machmudi
31/3/2026 10:48
Tantangan Pneumonia pada Lansia: Mewaspadai Bakteri Langka E. cloacae
Ilustrasi(Freepik)

PNEUMONIA komunitas masih menjadi infeksi dengan angka kejadian tertinggi di dunia, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Namun, penanganan pada kelompok ini menyimpan tantangan besar karena kompleksitas penyakit penyerta serta sulitnya identifikasi penyebab infeksi.

Dosen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Prof. Aryati, menjelaskan bahwa produksi dahak yang minim pada lansia serta penggunaan antibiotik yang luas sebelum diagnosis sering kali menghambat identifikasi agen penyebab.

Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah munculnya bakteri Enterobacter cloacae sebagai penyebab pneumonia komunitas, meski kasusnya tergolong jarang. E. cloacae merupakan bakteri gram-negatif yang umum ditemukan di lingkungan dan saluran pencernaan manusia.

"Bakteri tersebut tergolong dalam kelompok ESKAPE, yaitu kelompok patogen yang dikenal memiliki kemampuan untuk menghindari efek antibakteri dari berbagai antibiotik. Meskipun demikian, kasus pneumonia komunitas yang disebabkan oleh E. cloacae tergolong jarang, dengan Streptococcus pneumoniae masih menjadi penyebab utama," ujar Prof. Aryati, Selasa (31/3).

Laporan Kasus: Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Sebagai gambaran klinis, sebuah laporan kasus menguraikan kondisi pasien laki-laki berusia 68 tahun yang mengalami batuk berdahak, sesak napas, hingga mual muntah selama sepekan. Pasien tersebut diketahui memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol.

Hasil laboratorium menunjukkan kondisi medis yang serius:

  • Leukositosis: Hitung leukosit mencapai 19.580 sel/?L (didominasi neutrofil 76,0%).
  • Gangguan Elektrolit: Kadar kalium rendah (hipokalemia) sebesar 2,90 mmol/L.
  • Hiperglikemia: Kadar glukosa darah mencapai 211 mg/dL.
  • Hasil Radiologi: Foto toraks menunjukkan pneumonia disertai pembesaran jantung (kardiomegali).

Pola Resistensi Bakteri

Berdasarkan uji kepekaan, isolat E. cloacae pada pasien tersebut masih sensitif terhadap amikasin, seftriakson, hingga meropenem. Namun, bakteri ini telah menunjukkan resistensi terhadap amoksisilin-klavulanat dan ampisilin.

"Pola resistensi ini sesuai dengan karakteristik E. cloacae tipe liar berdasarkan pedoman Clinical and Laboratory Standards Institute," jelas Prof. Aryati.

Penanganan pasien dilakukan secara komprehensif, meliputi pemberian antibiotik seftriakson, suplementasi kalium untuk mengoreksi hipokalemia, serta terapi untuk mengatasi mual-muntah yang diduga memperburuk kondisi nutrisi pasien.

Faktor Risiko dan Kewaspadaan

Data menunjukkan bahwa prevalensi E. cloacae sebagai penyebab pneumonia komunitas memang rendah. Merujuk studi di Vietnam, bakteri ini hanya ditemukan pada 12,3% dari kelompok Enterobacteriaceae yang diisolasi. 

Meski jarang, Prof. Aryati menekankan bahwa usia di atas 50 tahun meningkatkan risiko pneumonia sebesar 55,8%. Selain itu, penderita hipertensi memiliki risiko 23,7% lebih tinggi dibandingkan populasi normal.

"Temuan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan klinisi terhadap kemungkinan infeksi akibat patogen yang jarang seperti E. cloacae pada pasien lansia dengan penyakit penyerta," pungkasnya. 

Keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada pemantauan ketat respons terapi serta koreksi kondisi penyerta seperti gangguan elektrolit. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya