Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
PELAKU bisnis di Yogyakarta punya cara unik untuk meningkatkan omzet mereka di saat pandemi. Caranya, mereka bergotong royong untuk membagi-bagikan voucher lewat aplikasi Djuragan Voucher.
CEO D'paragon, Syarief Hidayat menyampaikan, gotong-royong voucher membuat pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya promo dan pemasaran yang besar di tengah kondisi sulit sekarang ini.
"Masing-masing pelaku usaha menerbitkan voucher berupa potongan arga," kata pria yang akrab disapa Dayat dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4).
Dayat menyebut voucher-voucher dari para pebisnis di Yogyakarta tersebut dapat diakses dalam satu aplikasi, yaitu Djuragan Voucher. Dengan cara ini, konsumen pun bisa lebih praktis mengakses voucher-voucher yang ditawarkan.
"Konsumen tentu akan semakin tertarik dan merasa ringan (dengan
voucher-voucher yang ada) saat berbelanja hanya lewat satu aplikasi," kata
dia.
Voucher yang diberikan bermacam-macam, dari hospitality, batik, hingga
kuliner.
Dayat mencontohkan, D'paragon memiliki program voucher di Djuragan Voucher. Program tersebut sangat membantu D’Paragon dalam bertahan selama pandemi ini. Dengan voucher menginap dan ngekost gratis melalui voucher, konsumen tentu akan sangat diringankan ketika tinggal di D'paragon.
Strategi gotong royong berbasis voucher, terang Dayat, bisa meningkatkan kunjungan kosumen, memperluas segmentasi konsumen, hingga meningkatkan nilai uang konsumen agar omset meningkat pada masa pandemi.
Dengan semakin banyaknya skema potongan harga, daya beli masyarakat
tentunya akan meningkatkan. Harapannya, pertumbuhan ekonomi secara nasional juga akan membaik.
Pelaku usaha toko batik di Yogyakarta, Santi sependapat dengan yang
disampaikan Dayat. Pihaknya mampu memberikan berbagai program voucher
discount kepada konsumen.
Duta Niaga Batik Adiningrat, Eko Wahyudi menyebut, gotong royong voucher ini membantu penjualan sekaligus promosi.
"Ini akan saling menguntungkan antara tempat usaha yang satu dengan yang lain," ungkap Eko.
baca juga: Bulog Aceh Gelar Pasar Murah Sembako
Manager Sate Pak Jede, Haris Hermawan menyampaikan, omset usahanya pada masa pandemi ini terbantu dengan adanya gotong royong voucher. Ia
membagikan voucher makan ke tamu-tamu yang menginap atau tinggal di
Djuragan Kamar dan D'paragon.
"Melalui voucher, konsumen dapat diundang ke lapak usahanya. Ketika voucher digunakan, penambahan omsetpun langsung terjadi," tutup Haris. (OL-3)
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 dan menjadi wujud nyata komitmen perusahaan.
PELAKU UMKM harus memahami cara membangun branding yang tepat.
Program ini mempertemukan 30 UMKM terpilih hasil kurasi nasional binaan BUMN untuk dibekali wawasan, strategi, dan akses pasar internasional.
SELEBRITAS Raffi Ahmad mengatakan, salah satu kunci penting dalam mengembangkan suatu usaha, terutama UMKM, yakni berkolaborasi.
Kegiatan ini menutup seri pelatihan yang sebelumnya telah digelar di Palembang, Makassar, Lombok, Bali, dan Medan
Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, turun langsung menemui massa aksi di halaman Mapolda DIY.
Dana Keistimewaan DIY 2026 akan dipangkas lebih dari 50% hingga menjadi Rp500 miliar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, berat jika harus melakukan lobi-lobi
PEMERINTAH pusat merencanakan pengurangan Dana Keistimewaan (Danais) bagi DIY, sebesar 50%, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengatakan pemda perlu mencari sumber dana lain
KASUS Leptospirosis di Kota Yogyakarta dilaporkan meningkat signifikan meski musim hujan telah berakhir. Diduga, peningkatan kasus tersebut berkaitan dengan persoalan sampah.
Merayakan Hari Kemerdekaan. Indonesia bisa dengan mendatangi beragam tempat bersejarah dan sarat makna budaya.
Landasan hukum untuk menindak tegas fenomena ini sudah ada, yaitu Instruksi Gubernur DIY Nomor 5 Tahun 2024 tentang Optimalisasi Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved