Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam mencatat, dari Januari hingga 16 Maret 2021 telah terjadi 6 kasus konflik manusia dengan satwa liar.
Kepala BKSDA Resort Agam Ade Putra mengatakan, konflik terjadi antara manusia dengan buaya muara, harimau Sumatra, beruang madu, dan lain sebagainya.
"Dari enam kasus tersebut, mengakibatkan satu orang meninggal, dan beberapa hewan ternak warga mati dan terluka, yang diduga akibat serangan dari satwa liar tersebut," ungkap Ade Putra, Selasa (16/3).
Dijelaskan, baru-baru ini, sebanyak tiga ekor kerbau warga Sawah Liek Aia Rangek, Jorong Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, diduga dimangsa oleh harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatra), Minggu (7/3).
"Dari kejadian tersebut mengakibatkan satu ekor induk kerbau mati, dan dua anak kerbau mengalami luka-luka," jelasnya.
Dan satu warga yang meninggal tersebut, ulasnya, bernama Nasril, 50, warga Jorong Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara.
"Nasril diduga dimangsa buaya muara (crocodylus porosus), saat mencari rumput untuk ternaknya di pinggir Sungai Batang Masang, Muaro Putih, Kecamatan Tanjung Mutiara, pada Kamis (11/2)," jelasnya.
Ade Putra menambahkan, sekitar pertengahan Februari lalu, hewan ternak sapi milik warga, juga diduga dimangsa oleh buaya di Sungai Batang Antokan, Nagari Manggopoh.
Selain itu, jelasnya, pada awal Maret lalu, di beberapa lokasi yang berbeda, buaya muara juga terlihat oleh warga, di sekitar wilayah Pantai Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara. "Namun, buaya tersebut diduga hanya sekedar melintas di kawasan tersebut," ujarnya.
Ade Putra menjelaskan, sedangkan kasus konflik satwa liar jenis beruang madu (Helarctos Malayanus), terjadi di kawasan kelok 44. "Hasil dari identifikasi dan laporan warga, satwa tersebut sudah muncul beberapa kali dan memakan hasil perkebunan milik warga," jelasnya.
Dikatakan, berdasarkan catatan, kemunculan beruang madu tersebut merupakan yang ke 7 kalinya di kawasan tersebut, dan merupakan individu beruang yang sama.
Sementara itu, pada tahun 2020, pihaknya mencatat, jumlah kasus konflik manusia dengan satwa liar sebanyak 10 kasus, dan pada tahun 2019 sebanyak 11 kasus.
Ade Putra mengimbau, kepada warga yang tinggal ataupun yang beraktivitas di pinggiran sungai, muara dan pantai, agar berhati-hati dan tetap waspada akan keberadaan buaya.
"Sampai bulan Juli mendatang, buaya akan lebih agresif, karena saat ini merupakan musim kawin dan bertelur," katanya.
Kepada warga yang memiliki ternak, Ade Putra mengimbau agar dapat mengandangkan dan tidak mengembalakan ternaknya di pinggir hutan yang rawan konflik. "Hal ini dilakukan agar hewan ternak tidak diserang dan dimangsa oleh satwa liar," pungkasnya. (OL-13)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
Populasi satwa dilindungi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), seperti macan tutul jawa, elang jawa, dan owa jawa, semakin terancam punah.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies satwa Indonesia yang sudah terancam punah di alam.
Sebanyak 16 ekor satwa dilindungi berupa 13 ekor elang tikus dan 3 ekor elang bondol di Kabupaten Bangka Tengah, berhasil diselamatkan dari perdagangan satwa ilegal.
Pengungkapan kasus kepemilikan serta perdagangan satwa dilindungi di Polda Kepri, Batam.
Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store.
Pelanggan kini dapat memanfaatkan aplikasi KAI Logistik TRAX yang dilengkapi fitur pelacakan waktu nyata (real-time tracking).
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Gajah yang dipaksa bekerja di lingkungan ekstrem berisiko mengalami stres dan cedera fisik.
GOOGLE merilis teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) SpeciesNet. Ini model AI yang mampu mengidentifikasi satwa liar dengan menganalisis foto dari kamera jebak.
Satwa mencakup semua jenis hewan, mulai dari yang berukuran kecil seperti serangga, hingga hewan besar seperti gajah dan paus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved