Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Seni di Tangan Caleb: Mengubah Ilustrasi Satwa Menjadi Aksi Nyata bagi Lingkungan

Basuki Eka Purnama
21/1/2026 20:15
Seni di Tangan Caleb: Mengubah Ilustrasi Satwa Menjadi Aksi Nyata bagi Lingkungan
Caleb saat memamerkan lukisannya.(MI/HO)

BAGI kebanyakan anak, menggambar adalah sarana menyalurkan imajinasi. Namun bagi Caleb, 11, coretan di atas kertas telah bertransformasi menjadi medium kepedulian yang menghadirkan manfaat nyata bagi alam dan sesama. 

Melalui ilustrasi satwa, ia membuktikan bahwa kreativitas anak-anak bisa menjadi motor perubahan sosial yang konkret.

Ketertarikan Caleb pada alam dan satwa Indonesia mulai ditekuni secara serius sejak duduk di bangku kelas 5. Setiap ilustrasinya tidak sekadar menampilkan objek visual, tetapi membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.

Dari Kreativitas Menjadi Dampak Nyata

Perjalanan kreatif ini mencapai tahap yang lebih luas melalui program Creativerse. Platform ini dirancang untuk memberi ruang bagi talenta muda dalam menampilkan karya, mengasah jiwa kewirausahaan, serta menghubungkan kreativitas dengan isu sosial.

Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store. Seluruh hasil penjualannya didedikasikan untuk mendukung misi kemanusiaan dan pelestarian lingkungan.

Sebelumnya, Caleb telah sukses menjalankan proyek bertema ekosistem laut yang hasilnya disalurkan untuk penanaman mangrove melalui Divers Clean Action. 

Kini, fokus karyanya semakin mengerucut pada perlindungan satwa endemik Indonesia. Proyek terbarunya bahkan melibatkan kolaborasi dengan anak-anak asuh Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI).

“Aku senang karena gambarku bisa dijadikan produk dan bermanfaat untuk orang lain. Lewat karya ini, aku ingin mengajak lebih banyak orang peduli pada hewan dan lingkungan,” ujar Caleb, Rabu (21/1).

Peran Pendidikan Holistik

Inisiatif yang dijalani Caleb didukung penuh oleh lingkungan sekolahnya di Binus School Simprug melalui Journeys Programme. Program ini dirancang agar siswa dapat mengeksplorasi minat dan bakat sejak dini, sekaligus memahami tanggung jawab sebagai warga global.

Kepala Sekolah Binus School Simprug, Isaac Koh, menegaskan pentingnya keterkaitan antara pembelajaran di kelas dengan kontribusi di dunia nyata. Menurutnya, pendidikan harus mampu membentuk empati yang melampaui angka-angka akademik.

“Kami mendorong siswa untuk tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memahami dampak sosial dari apa yang mereka lakukan. Pendidikan harus membentuk karakter dan empati, bukan sekadar capaian akademik,” tegas Isaac Koh.

Melalui sinergi antara talenta individu dan ekosistem pendidikan yang tepat, Caleb membuktikan bahwa di usia yang sangat muda, seorang anak sudah mampu memberikan kontribusi luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya