Minggu 14 Maret 2021, 03:25 WIB

15 Korban Kecelakaan Bus Sri Padma Masih Jalani Perawatan

Kristiadi | Nusantara
15 Korban Kecelakaan Bus Sri Padma Masih Jalani Perawatan

DOK MI
Bus Sri Padma yang mengalami kecelakaan di Subang, Jawa Barat, Rabu (10/3) lalu.

 

SEBANYAK 21 korban kecelakaan bus pariwisata Sri Padma Kencana nopol T 7591 TB yang sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Sumedang, Jawa Barat telah pulang ke rumah. Saat ini, masih 15 korban yang harus menjalani rawat inap karena kondisinya mengalami luka berat dan membutuhkan pengawasan intensif.

Dalam kecelakaan yang terjadi pada Rabu (10/3) di di Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, tersebut, 29 orang tewas. Saat kecelakaan terjadi, bus membawa 65 orang guru dan siswa SMP IT Al Muawanah, Desa Cisalak, Kabupaten Subang.

"Korban yang dirawat di RSUD Sumedang ada 6 orang karena harus mendapat perawatan intensif di ruang ICU. Sedangkan lainnya masih menjalani observasi," katanya, Kepala Humas RSUD Sumedang Dahlan Indrayana, Sabtu (13/3).

Ia belum bisa memastikan kapan para korban yang saat ini masih menjalania perawatan akan meninggalkan rumah sakit. Pasalnya, luka-luka yang dialami para korban yang masih menjkalani perawatan cukup berat. (OL-15)

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Melihat Kampung Anggrek di Desa Liyu di Kaki Pegunungan Meratus

👤Denny Susanto 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 08:45 WIB
Hampir semua warga Desa Liyu memiliki kebun anggrek yang ada di halaman depan maupun belakang rumah...
MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Bertambah 2 Orang dan 2 Sembuh

👤Djoko Sardjono 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 08:45 WIB
SATGAS Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (18/10), melaporkan ada penambahan 2 kasus terkonfirmasi positif dan 2...
MI/Ardi T

Keraton Yogyakarta Tiadakan Arak-arakan Gunungan Mulud

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 07:25 WIB
PUNCAK peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW di Keraton Yogyakarta, kembali diselenggarakan secara sederhana, tanpa menyelenggarakan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya