Kamis 04 Maret 2021, 21:55 WIB

Guardian Gelar Konsultasi Psikologi Gratis di Masa Pandemi

Bayu Anggoro | Nusantara
Guardian Gelar Konsultasi Psikologi Gratis di Masa Pandemi

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
AKTIVITAS warga di tengah kepadatan lalu lintas di masa pandemi covid-19

 

TINGGINYA  tekanan akibat situasi pandemi virus korona yang
telah berlangsung selama lebih dari satu tahun mendorong masyarakat
untuk lebih memerhatikan kondisi kesehatannya. Tidak hanya fisik,
keadaan kejiwaan pun menjadi hal penting yang harus diperiksa.

Namun, tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental masih kurang. Kalaupun ada yang menyadari bahwa mereka memerlukan bantuan profesional (psikolog), terkendala beberapa hal seperti khawatir mendapat stigma buruk, merasa terintimidasi karena belum pernah bertemu psikolog, tidak tahu bagaimana memulainya, atau adanya keterbatasan dana dan akses.

Menurut Direktur Guardian, Naresh Kalani, jika persoalan kejiwaan
dibiarkan berlarut-larut akan berdampak buruk bagi penderitanya di masa
depan. Bahkan, bukan tidak mungkin dapat mengganggu kesehatan mental.

Melihat kondisi ini, Guardian sebagai retailer produk kesehatan dan
kecantikan nomor satu di Indonesia mengadakan kampanye Healthy Inside & Out untuk meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan fisik dan mental
adalah sama pentingnya.

Sebagai bagian dari kampanye, pihaknya menawarkan konsultasi psikologi
gratis kepada para pelanggan dan pegawainya mulai dari 18 Februari
sampai 31 Maret 2021. "Kami selalu menjadikan konsumen sebagai prioritas utama. Melalui program yang diluncurkan ini diharapkan dapat membantu konsumen untuk melewati masa-masa penuh tantangan ini," katanya, Kamis (4/3).

Dia menjelaskan, pelanggan pun dapat mengakses layanan konsultasi dengan apoteker dan psikolog yang dapat diakses pelanggan secara cuma-cuma. Bahkan, untuk memberikan layanan terbaik kepada warga yang memiliki gangguan kesehatan yang dapat juga mengganggu kesehatan mentalnya, Guardian merangkul Ibunda.id. Mereka bekerja sama dengan puluhan praktisi kesehatan mental berpengalaman serta memiliki lisensi dan lembaga terkait yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Naresh, disediakannya layanan konsultasi gratis dengan psikolog ini diharapkan bisa memberikan wadah yang baik bagi mereka untuk berbagi masalah-masalah yang dialami selama masa pandemi covid-19. Dengan demikian, pelayanan konsultasi psikologi yang diberikan Guardian bisa memiliki dampak yang lebih baik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, terlebih di masa pandemi virus korona.

Associate Psychologist ibunda.id, Shiane Anita Syarif, mengatakan,
gangguan kesehatan mental dapat menimbulkan ketidakseimbangan di otak
yang pada akhirnya timbul menjadi gangguan psikis dengan rentang dampak
yang panjang.

Menurutnya di tengah situasi pandemi covid-19 ini penting bagi setiap orang untuk mendeteksi diri sedini mungkin agar tidak terjadi gangguan kesehatan mental.

Shiane menjelaskan, jika gangguan tersebut dapat teridentifikasi secara
dini maka orang yang mengalaminya bisa tertangani dengan baik. "Masyarakat juga jangan ragu-ragu untuk menghubungi tenaga profesional
agar mendapatkan bantuan penanganan masalah kesehatan mental," kata
Shiane. (N-2)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja.

Pegawai Pemkab Purwakarta Masuk Lebih Awal Selama Ramadan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 21:10 WIB
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyatakan para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Purwakarta, Jawa Barat harus masuk lebih...
MI/Bagus Suryo

Korban Gempa Malang Minim Bantuan

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 13 April 2021, 21:05 WIB
WARGA korban gempa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengeluhkan minimnya bantuan penanganan...
DOK/DANONE

Danone Indonesia Bantu Korban Gempa Jawa Timur

👤Media Indonesia 🕔Selasa 13 April 2021, 21:05 WIB
Danone berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dampak positif pada masyarakat di berbagai keadaan dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya