Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN tenaga kesehatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan belum disuntik vaksin Sinovac karena tidak memenuhi syarat berdasarkan hasil skrining oleh Dinas Kesehatan setempat.
"Berdasarkan data hingga 8 Februari 2021 masih ada sekitar 1.304 orang yang belum divaksin," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Ogan Komering Ulu (OKU), Andi Prapto di Baturaja, Rabu (10/2).
Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 887 orang di antaranya tidak dapat divaksin karena faktor usia dan memiliki penyakit kronis seperti kelainan jantung, gagal ginjal dan diabetes.
"Ada juga yang sedang hamil dan pernah terkonfirmasi positif covid-19 sehingga tidak bisa divaksin," kaya Andi Prapto.
Kemudian, 417 orang tenaga kesehatan lainnya juga ditunda proses penyuntikan vaksin karena saat uji skrining daya tahan tubuhnya lemah atau sedang sakit dan darah tinggi.
"Untuk yang ditunda ini akan dilanjutkan 2-3 hari kemudian. Jika hasil skrining memungkinkan maka mereka langsung disuntik vaksin," kata dia.
baca juga: Babel Mulai Terapkan Sanksi Denda Bagi Pelanggar Prokes
Ia menambahkan pemberian vaksin tahap pertama di Kabupaten OKU diperuntukan bagi 2.651 tenaga kesehatan di 13 kecamatan di wilayah itu yang dimulai secara serentak pada Selasa (02/02) lalu.
"Untuk tenaga kesehatan ini tersedia sebanyak 5.360 dosis vaksin Sinovac," lanjut Andi.
Selanjutnya, vaksin tahap kedua diperuntukan bagi pelayanan publik mulai dari ASN, TNI, Polri dan dilanjutkan untuk masyarakat OKU pada tahapan berikutnya. (Ant/OL-3)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved