Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Selatan menilai wartawan yang bekerja di berbagai media yang ada di wilayahnya, merupakan salah satu garda terdepan dalam memutus penyebaran Covid-19. Untuk itu, wartawan juga menjadi salah satu sasaran penerima vaksin Covid-19.
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, pihaknya saat ini sedang memfokuskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk tenaga medis di wilayahnya. Pelaksanaan vaksin juga akan menyasar semua kalangan masyarakat, baik pejabat publik, pelayan publik dan masyarakat sudah disiapkan atau diagendakan sebelumnya.
"Semua sasaran akan dilakukan vaksinasi. Untuk pelaksanaannya tergantung dengan jumlah vaksin yang datang ke Sumsel. Namun semuanya kita target bisa selesai secepatnya, termasuk untuk wartawan juga sudah kita rencanakan," ujar Herman Deru, Selasa (9/2).
Bahkan direncanakan, vaksinasi untuk wartawan disiapkan 1.000 dosis. Pihaknya meminta agar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel untuk mendata dan menyiapkan para wartawan yang akan mendapat vaksinasi.
"Kami minta untuk PWI Sumsel mendata para wartawan. Mereka yang mendapat vaksinasi pasi mereka yang sudah memenuhi syarat dan ketentuan berlaku terkait penerima vaksinasi," jelasnya.
Herman Deru pun menyebutkan, data yang disampaikan PWI Sumsel itu nantinya akan direkomendasi ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel. Wartawan itu salah satu mitra terbaik pemerintah, selama ini sudah membantu dalam mensosialisasikan dan mengedukasi terkait pencegahan Covid-19 kepada masyarakat luas. "Jadi peran wartawan juga menjadi hal yang penting bagi kami," ujar dia.
Ia menyebutkan, untuk pembagian vaksinasi bagi wartawan nantinya akan dilakukan secara proporsional dan mereka yang memenuhi syarat yang ditentukan PWI dan Dinkes Sumsel.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini mengatakan, profesi wartawan memang sudah seharusnya masuk daftar penerima vaksin, yang digolongkan dalam pelayan publik. Namun, dari segi mekanisme dan jumlah penerimanya belum ada arahan dari pusat.
"Sekarang vaksinasi sedang berlangsung, masih menyelesaikan peruntukan tenaga medis. Bila semua lancar, pada Maret- April mendatang giliran pejabat dan pelayan publik untuk divaksin. Disitu termasuk juga wartawan. Tinggal tunggu instruksi pusat saja," ujar dia. (OL-13)
Baca Juga: Dua Hari tak Hujan Sembilan Titik Panas Terpantau di Babar
KETUA Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan peran pers sebagai cermin yang memantulkan realitas yang terjadi di pemerintah maupun masyarakat.
MK menegaskan bahwa wartawan tidak dapat langsung digugat secara perdata maupun pidana atas karya jurnalistiknya, sepanjang karya tersebut merupakan produk jurnalistik.
Putusan MK menegaskan bahwa perlindungan terhadap wartawan bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik.
MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers terkait perlindungan hukum terhadap wartawan.
DI tengah kabut duka bencana yang masih menyelimuti Kabupaten Tapanuli Utara dan sejumlah wilayah Sumatera, komitmen wartawan untuk menjaga profesionalisme tak goyah.
Aspek HAM pada Astacita pertama merupakan komitmen yang kuat pemerintahan saat ini untuk membangun peradaban baru.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved