Selasa 02 Februari 2021, 02:30 WIB

Covid Mengganas, Pemkab Bandung Barat Kosongkan Kadinkes

Depi Gunawan | Nusantara
Covid Mengganas, Pemkab Bandung Barat Kosongkan Kadinkes

MI/Depi Gunawan
Sosialisasi pencegahan Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat.

 

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melaksanakan mutasi dan rotasi besar-besaran pejabat baik jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan jabatanfungsional.

Namun dari ratusan pejabat yang dimutasi dan rotasi, yang paling disorot yakni mengosongkan jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) yang sebelumnya dijabat Hernawan Widjajanto yang digeser menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Padahal saat ini kasus pandemi Covid-19 di Bandung Barat masih tinggi.

"Ini aneh dan sangat di luar nalar. Mengosongkan jabatan Kepala Dinas Kesehatan padahal kasus Covid-19 di kita masih tinggi dan vaksinasi sedang berjalan," kata anggota DPRD Bandung Barat, Dadan Supardan, Senin (1/2).

Menurutnya, peran Kadis Kesehatan begitu urgen dalam kondisi saat ini. Di lapangan, masyarakat yang terpapar Covid-19 masih terus meningkat secara kuantitas. Berbagai kebijakan penting dan cepat harus dilakukan oleh kepala dinas definitif dan akan berbeda bobotnya ketika dilakukan oleh seorang Plt kepala dinas.

Lanjut Dadan, fungsi pengendalian serta koordinasi dalam sektor pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19 harus benar, terencanakan secara tepat, dan sempurna. "Saya pikir untuk kondisi sekarang, lebih prioritas Kepala Dinas Kesehatan daripada harus mengisi orang ke jabatan staf ahli," ungkapnya.

Bukan hanya Kepala Dinas Kesehatan, mutasi dan rotasi yang dilakukan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna itu juga mencopot sejumlah pejabat yang berkaitan dengan bidang kesehatan seperti Direktur RSUD Lembang Eisenhower Sitanggang, Direktur RSUD Cikalongwetan Ridwan Abdullah Putra dan Direktur RSUD Cililin Achmad Okto Rudi.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat Asep Ilyas, membantah mutasi dan rotasi ini karena alasan politis. Kebijakan bupati yang memindahkan sejumlah pejabat dalam rangka untuk penyegaran.

"Kaitan politis tidak ada, hal itu merupakan kebijakan pimpinan karena dipandang perlu untuk penyegaran, untuk lebih mengoptimalkan kembali kinerjanya," ucap Asep.

Asep menjamin, kekosongan di beberapa posisi tersebut tidak akan mengganggu pelayanan maupun penanganan pandemi Covid-19 karena akan diisi Pelaksana Tugas (Plt).

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melaksanakan lelang jabatan atau open bidding. Khusus untuk posisi direktur utama RSUD, nantinya akan ada penunjukan langsung berdasarkan kriteria dan kompetensi.

"Kekosongan itu enggak akan terlalu lama karena kita langsung buka lelang jabatan. Target sebulan sudah rampung, mudah-udahan semuanya lancar," jelasnya. (OL-13)

Baca Juga: Tanpa Sanksi PPKM di Kota Bandung Tak Efektif dan Rugikan Warga

 

Baca Juga

DOK MI.

Seorang Anak di Cianjur Meninggal dengan Indikasi Suspek Difteri

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 25 September 2022, 14:45 WIB
Seorang anak warga Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia, dengan indikasi suspek...
DOK Tagana Pamijahan.

Jalan Utama Kecamatan Bantarkalong Menuju Culamega Tertutup Longsor

👤Kristiadi 🕔Minggu 25 September 2022, 14:30 WIB
Kepala Desa Pamijahan, Bantarkalong, Ipin Aripin, mengatakan hujan deras yang terjadi semalam menyebabkan suatu tebing longsor menimbun...
Ist

Finis Friendship Run Medan, Ganjar Terima Kalungan Kain Ulos dari Warga

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 13:39 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tersenyum lebar sembari mengangkat kain ulos saat memasuki garis finis Bank Jateng Friendship Run...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya