Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INSPEKSI mendadak (sidak) masker yang dilakukan krama (warga) dan prajuru (pengurus) Banjar Tengah, Kelurahan Sesetan, Denpasar tampil berbeda. Dengan menyasar warga yang melintas tanpa masker, mereka yang kedapatan tanpa masker tidak didenda melainkan hanya diberikan imbauan agar taat pada protokol kesehatan. Selain itu, sidak dengan mengedepankan humanisme dan sosial itu juga malah membagikan masker baru serta nasi bungkus gratis.
Kepala Lingkungan Banjar Tengah, Gede Hendra Tirtana, mengatakan, aksi sosialnya di masa pandemi itu disebutnya razia perut lapar, sembari memberi masker baru untuk warga supaya tertib menaati protokol kesehatan. Ini sejalan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
''Kegiatan ini PPKM yang terdiri dari Satgas Covid-19 Banjar Tengah dan Jaga Baya, yang diawali dengan mengimbau ke toko-toko dan perkantoran yang ada di lingkungan Banjar Tengah. Setelah itu pukul 10.00 Wita, kami lakukan pembagian nasi bungkus gratis untuk warga,'' terangnya, Senin (1/2).
Aksi bagi-bagi nasi bungkus gratis di depan areal Banjar Tengah yang terpantau taat prokes ini dilakukan sejak 20 Januari. Rencananya hingga 18 Februari mendatang. Bahkan jika memungkinkan akan diperpanjang tergantung perkembangan situasinya.
''Kami bagikan 70-100 bungkus (nasi), itu pun tergantung dari donasi yang kita dapatkan dari pengusaha di Banjar Tengah. Ada pula dari punia (sumbangan) Banjar dan sumbangan krama (warga),'' tuturnya.
Gagasan pembagian nasi gratis ini, di awal hanya melibatkan krama (warga) dan prajuru (pengurus) banjar. Namun perlahan makin banyak donatur yang terlibat dari kalangan pengusaha di lingkungan Banjar Tengah.
''Di awal masih punia (sumbangan) dari krama dan prajuru banjar, tetapi lambat laun kini banyak pengusaha tertarik ikut membantu. Kami menyambut baik dan kami koordinasikan supaya bisa sampai di akhir PPKM,'' ucapnya.
Tirtana menambahkan, pembatasan waktu untuk aktivitas warga hingga pukul 20.00 Wita pada pelaksanaan PPKM, sempat menuai keluhan di kalangan warganya. Selanjutnya dirinya mencoba PPKM di wilayahnya tak sebatas menegur atau ada sanksi, namun merancang aksi sosial untuk saling membantu sesama warga lain yang salah satunya pembagian nasi bungkus gratis. Sasaran penerima nasi bungkus adalah warga kurang mampu, seperti yang berprofesi mikro baik sopir angkutan, pedagang kecil, pemulung, pedagang asongan, dan semacamnya.
''Memang jam operasional warung sampai pukul 20.00 Wita sudah tutup, jadi itu masih terjadi polemik di bawah. Saya ambil kesimpulan untuk kegiatan PPKM, tidak hanya menegur dan memberi sanksi, tapi melakukan aksi sosial, di sana ada take and give. Kami juga di PPKM I bagikan 1.500 masker, lalu ada sisa 150 masker, nah itu kami berikan untuk mereka yang terlihat tidak memakai masker di jalan,'' ujarnya. (RS/OL-10)
Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dipenuhi pendukung terdakwa Laras Faizati yang mengenakan masker dengan bagian mulut dilakban dengan simbol "X"
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Masker ini adalah masker soothing dengan kelembapan tinggi yang berubah dari bubuk menjadi tekstur sherbet saat bercampur dengan air.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Masker membantu melindungi diri dari polusi dan kuman penyebab penyakit.
BPBD Jawa Timur membagikan masker ke seluruh pengendara maupun warga di wilayah Jember dan sekitarnya, menyusul erupsi Gunung Raung yang menyemburkan abu vulkanik
Persembahyangan tahunan untuk memuja Dewa Siwa ini menjadi momentum perenungan dan introspeksi diri umat Hindu pada Januari 2026.
Satpol PP Kota Denpasar kembali menggelar aksi penertiban intensif terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), pengamen, hingga badut yang kerap beroperasi di persimpangan jalan.
Penanganan sampah di ibu kota Bali tersebut kini difokuskan pada skema Tiga Zona Utama, yakni pengelolaan di sektor hulu, tengah, dan hilir.
Kehadiran jajaran Pemkot Denpasar dalam perayaan Natal ini menjadi simbol nyata hadirnya negara dalam menjamin kerukunan beragama di Bali,
Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan, kelancaran lalu lintas, serta keselamatan wisatawan dan masyarakat yang merayakan ibadah Natal di ibu kota Provinsi Bali tersebut.
Target ambisius ini dicanangkan setelah Denpasar berhasil menanggulangi dampak fluktuasi angka kemiskinan yang dipicu oleh pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved