Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Sumatra Selatan Herman Deru membuka wacana untuk memberlakukan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnya. Diketahui sampai saat ini 17 kabupaten dan kota di Sumsel masih memberlakukan belajar daring, lantaran kasus positif Covid-19 di sana masih terus menyebar.
Namun, rencana belajar offline (tatap muka) ini dapat dilakukan apabila vaksinasi di Sumsel sudah mencapai target yang ditetapkan pemerintah. "Jika vaksinasi sudah mendekati satu juta, maka kami bersama forkopimda (Forum komunikasi pimpinan daerah) akan kembali membahas rencana sekolah offline," ujar Herman Deru, Kamis (28/1).
Ia mengatakan, keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi hal utama yang harus dilakukan. Untuk itu, jika vaksinasi sudah berjalan tentunya akan membuka harapan baru pelaksanaan belajar tatap muka di wilayahnya.
Bahkan Herman Deru berharap, tenaga pendidik dan peserta didik masuk dalam daftar prioritas penerima vaksin Covid-19. "Kita harapkan vaksin bisa secara menyeluruh dilakukan di Sumsel. Untuk itu, masyarakat juga jangan sampai menolak vaksinasi. Namun walaupun nanti sudah vaksinasi, tetap harus utamakan protokol kesehatan," ungkap Herman Deru.
Sementara itu, Kasi Surveillans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri menilai, pihaknya akan terus melihat perkembangan kasus penyebaran Covid-19 untuk membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bahkan pihaknya berharap vaksinasi sudah mulai berjalan lancar dan menyeluruh di wilayah Sumsel.
"Perlindungan masyarakat ini kan dengan cara vaksinasi agar jangan sampai terpapar Covid-19 dengan cara menerapkan prokes. Begitu tren kasusnya mulai menurun dan zona-zona juga berubah, mudah-mudahan belajar tatap muka bisa dilakukan," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Gubernur dan Forkopimda Sumsel Diimunisasi Covid Dosis Kedua
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved