Rabu 13 Januari 2021, 15:33 WIB

Tim Gabungan Identifikasi Potensi Longsor Susulan Sumedang

Atalya Puspa | Nusantara
Tim Gabungan Identifikasi Potensi Longsor Susulan Sumedang

DOK Humas Basarnas Bandung
Tim gabungan melakukan pencarian terhadap 23 orang diduga masih tertimbun longsor yang terjadi di Perumahan Pondok Daud, Sumedang.

 

HUJAN masih berpotensi terjadi, khususnya di puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021. Mengantisipasi hujan dan longsor susulan, tim gabungan melakukan identifikasi lokasi terdampak di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkapkan BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Sumedang melakukan kaji cepat rumah-rumah yang harus dikosongkan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) membantu proses identifikasi potensi longsor susulan di lapangan.

Tim lain telah mengantisipasi lokasi genangan yang berpotensi memicu longsor di sekitar rumah warga. Warga yang rumahnya harus dikosongkan telah difasilitasi oleh BPBD dengan mengaktifkan pos pengungsian.

"Sebagian warga mengungsi di SDS Fathimah Azzahra dan sebagian lain berada di pos pengungsian yang berlokasi di lapangan Taman Burung, perumahan SBG. Pos pengungsian dilengkapi toilet portabel dan suplai air bersih," kata Raditya dalam keterangan resmi, Rabu (13/1).

Proses pencarian dan evakuasi korban meninggal dunia masih dilakukan tim gabungan. Tim Gabungan yang dipimpin oleh Basarnas berhasil mengevakuasi 16 orang hingga Selasa (12/1). Lebih dari 500 personel gabungan melakukan pencarian dan evakuasi pascalongsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat yang terjadi pada Sabtu, 9 Januari 2021.

"Sebanyak 23 orang masih dinyatakan hilang. Kerugian materiil yakni 14 rumah mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat dan 1 tempat ibadah rusak sedang. BNPB telah membantu analisis kerusakan dengan foto udara dan berkoordinasi dengan BPBD setempat terkait dengan hasil kerusakan rumah," beber Raditya.

Merespons situasi penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Sumedang menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor sejak 9-29 Januari 2021. Bupati Sumedang mengaktifkan pos komando dan secara fisik berada di SMA Negeri 1 Cimanggung yang berada dekat dengan lokasi terdampak. Bupati Sumedang menunjuk sekretaris daerah sebagai komandan posko dalam penanganan darurat longsor Cihanjuang. (OL-14)

Baca Juga

MI/Palce Amalo

10 Jenazah TKI yang Dipulangkan ke NTT Tanpa Dokumen Kerja Resmi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 14:52 WIB
"Jenazah yang dipulangkan ke Nusa Tenggara Timur tidak memiliki dokumen kerja yang resmi karena mereka berangkatnya...
Foto Pemprov Sulsel

686 Korban Gempa Sulbar Mengungsi ke Sulsel, 4 Orang Dikarantina

👤┬áLina Herlina 🕔Rabu 20 Januari 2021, 14:29 WIB
Para pengungsi dari Sulawesi Barat ditampung di tiga lokasi, yaitu Aula Dinas Sosial Sulsel, Asrama Haji Sudiang, dan UPT Inang Matutu di...
Dok DKPP

Besok DKKP Gelar Sidang Pelanggaran Kode Etik Pilkada Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:17 WIB
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang virtual sengketa Pilkada 2020 Kalimantan Selatan terkait...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya