Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Sukabumi, Jawa Barat, rencananya akan mendapatkan alokasi kuota vaksin sebanyak 17 ribu dosis pada gelombang pertama. Vaknisasi rencanya akan berlangsung sepanjang Januari-Maret.
"Pelaksanaan vaksinasi sesuai arahan pemerintah pusat akan dilakukan paling lambat satu minggu setelah pelaksanaan vaksin di tingkat pusat. Jadwal vaksinasi dimulai 13 Januari," kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, Selasa (12/1).
Fahmi mengharapkan tidak ada penolakan masyarakat terhadap vaksinasi. Pasalnya, pemerintah menggaransi faktor keamanan dan kehalalannya. "Sesuai arahan pemerintah pusat, vaksinasi akan dilaksanakan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan dan penunjang," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih menambahkan sampai saat ini belum ada kepastian jadwal distribusi vaksinasi covid-19 bagi Kota Sukabumi. Namun, rincian kebutuhan berdasarkan sasaran yang akan divaksin sudah teralokasikan.
Sasaran penerima vaksin di Kota Sukabumi terdiri dari tenaga kesehatan sebanyak 4.039 orang, pelayan publik sebanyak 15.976 orang, masyarakat rentan sebanyak 92.374 orang, masyarakat umum dan pelaku ekonomi sebanyak 82.831 orang, dan masyarakat rentan lainnya atau lansia sebanyak 39.330 orang. "Untuk tenaga kesehatan yang pertama mendapat vaksin," katanya.
Rita menambahkan saat ini sudah dilakukan persiapan tahap pertama pemberian vaksin covid-19. Diantaranya dengan melakukan pendataan di 68 fasilitas kesehatan sebagai tempat melakukan vaksinasi.
Selain fasilitas kesehatan tempat pemberian vaksin, lanjut Rita, pendataan juga dilakukan bagi penerima vaksin. Sejauh ini, kata Rita, pendataan bagi tenaga kesehatan yang kali pertama mendapatkan vaksin sudah mencapai 80%. (R-1)
GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur dan Gekrafs Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antarprovinsi yang digelar pada 29 Januari 2026.
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved