Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pada warga Kabupaten Semarang untuk tetap menanam pohon meski di tengah Pandemi COVID-19. Sebab, kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang dalam rangka menjaga kelestarian Rawapening.
Hal itu disampaikan Ganjar, saat menghadiri Gerakan Penanaman Pohon Bersama Masyarakat di Hulu Sungai Parat DAS Rawapening, Dusun Banyudono, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (9/1). ''Bapak ibu, sehat semua nggih? Ayo maskernya dipakai, jaga jaraknya,'' ucap Ganjar.
Pada kesempatan itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Widi Hartanto, menjelaskan bahwa gerakan pada hari itu merupakan kelanjutan dari gerakan yang sudah digagas sejak tahun 2020. Total yang sudah ditanam 7.000 bibit pohon.
''Ini bagus. Bapak-bapak ibu-ibu, korona masih berjalan. Bahkan terjadi peningkatan, berkali-kali pembatasan dilakukan, banyak orang di rumah, kita diminta untuk pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Sehingga banyak pekerjaan kemudian terlupakan,'' ucap Ganjar.
Akibatnya, kata Ganjar, hal ini menyebabkan turunnya mental dan memicu stres sehingga muncul penyakit yang akhirnya berpotensi terpapar virus corona karena imun turun. Namun, Ganjar mengingatkan agar warga tidak panik meski dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti ini. Justru, kegiatan penanaman harus tetap dilakukan sekaligus menjaga imun.
''Meski dalam konteks pandemi, jangan pernah lupa untuj selalu menanam. Waktunya menurut BMKG sampai maret, tanam sebanyak-banyaknya. karena itulah investasi jangka panjang,'' ujar Ganjar.
Pada kesempatan itu ditanam total 17.000 bibit pohon. Sebanyak 7.000 bibit di antaranya telah ditanam terlebih dulu, dan pada acara tadi ditanam 10.000 bibit dengan jenis bibit pohon berbuah.
''Yang seperti ini dilakukan terus, yang paling penting selalu dipakai maskernya. Semoga manfaat untuk semuanya terutama untuk Rawapening yang dipenuhi gulma dan sedimentasinya terlalu parah,'' tandas Ganjar.
Plt Ka DLHK Jateng, Widi Hartanto menambahkan, di Kabupaten Semarang ada sebanyak 13.999 Ha lahan dengan kategori Sangat Kritis dan Kritis. Sementara di Desa Banyubiru sendiri, terdapat 1,3 Ha lahan dengan kategori kritis dan sangat kritis.
''Tentunya ini bagian dari upaya untuk rehabilitasi dan konservasi tanah dan air untuk pengurangan erosi dan sedimentasi di hulu DAS Rawapening. Bibit pohon antara lain Durian, Mangga, Alpokat, Sengon hingga Matoa. Ini akan berkelanjutan di lahan kritis lain yang ada di Jawa Tengah,'' ucap Widi. (HT/OL-10)
SEORANG supir truk meninggal dunia terlindas kendaraan sendiri setelah memarkirnya di jalan. Kecelakaan beruntut terjadi, Rabu (11/3), di Kabupaten Batang.
Hingga saat ini lebih dari 50 persen dari 2.440 kilometer jalan Provinsi di Jawa Tengah belum memiliki lampu penerangan jalan.
Polda Jateng petakan titik lelah di Tol Pejagan-Semarang dan Semarang-Solo pada Mudik 2026. Simak jadwal puncak arus mudik, balik, dan skema one way di sini.
Arus mudik lebaran melalui jalur laut turun di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang diperkirakan mulai berlangsung Kamus (12/3), sehingga mulai dibuka posko lebaran.
MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Tetap waspadai cuaca ekstrem tersebut, karena dapat berdampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
(PTPP) menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan penanaman pohon dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
GERAKAN penghijauan berskala nasional secara resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Melalui penghijauan ini, para pemangku kepentingan berharap fungsi ekologis kawasan dapat kembali kuat sekaligus memberikan edukasi konservasi kepada masyarakat.
Gerakan ”Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” berlangsung pada 14 Oktober hingga 31 Desember 2025, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak.
GERAKAN penghijauan berskala nasional akan resmi dimulai dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved